Apakah yang di sebut Sahabat Yang Shalih ?

? ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻔﺎﺭﻭﻕ ﻋﻤﺮ ﺑﻦ ﺍﻟﺨﻄﺎﺏ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ :
“ﻣﺎ ﺃﻋﻄﻲ ﺍﻟﻌﺒﺪ ﺑﻌﺪ ﺍﻹﺳﻼﻡ ﻧﻌﻤﺔ.. ﺧﻴﺮﺍﹰ ﻣﻦ ﺃﺥ ﺻﺎﻟﺢ، ﻓﺈﺫﺍ ﻭﺟﺪ ﺃﺣﺪﻛﻢ ﻭﺩﺍﹰ ﻣﻦ ﺃﺧﻴﻪ ﻓﻠﻴﺘﻤﺴﻚ ﺑﻪ.”

?Al Faaruq Umar bin Khatthab رضي الله عنه berkata, “Tidak ada nikmat yang diberikan kepada seorang hamba setelah Islam yang lebih baik dari sahabat yang shalih, maka apabila salah seorang dari kalian telah mendapatkan cinta dari sahabat shalihnya, hendaklah ia menggenggamnya dengan kuat (dan jangan dilepaskan) ?

? ﻭﻗﺎﻝ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ :
” ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﻟﻚ ﺻﺪﻳﻖ – ﻳﻌﻴﻨﻚ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻄﺎﻋﺔ – ﻓﺸﺪ ﻳﺪﻳﻚ
ﺑﻪ؛ ﻓﺈﻥ ﺍﺗﺨﺎﺫ ﺍﻟﺼﺪﻳﻖ ﺻﻌﺐ ﻭﻣﻔﺎﺭﻗﺘﻪ ﺳﻬﻠﺔ ..”

?Dan Imam Syafi’i berkata, “Apabila engkau memiliki sahabat yang mengingatkanmu pada ketaatan, maka genggamkanlah kedua tanganmu erat-erat kepadanya! Karena mendapatkan sahabat (seperti itu) sulit, sedang meninggalkannya mudah?

? ﻭﻗﺎﻝ ﺍﻟﺤﺴﻦ ﺍﻟﺒﺼﺮﻱ :
ﺇﺧﻮﺍﻧﻨﺎ ﺃﺣﺐ ﺇﻟﻴﻨﺎ ﻣﻦ ﺃﻫﻠﻨﺎ ﻭﺃﻭﻻﺩﻧﺎ، ﻷﻥ ﺃﻫﻠﻨﺎ ﻳﺬﻛﺮﻭﻧﻨﺎ ﺑﺎﻟﺪﻧﻴﺎ ﻭﺇﺧﻮﺍﻧﻨﺎ ﻳﺬﻛﺮﻭﻧﻨﺎ ﺑﺎﻵﺧﺮﺓ، ﻭﻣﻦ ﺻﻔﺎﺗﻬﻢ: ﺍﻹﻳﺜﺎﺭ

?Hasan Al Bashri berkata, “Kami lebih mencintai sahabat-sahabat (shalih) kami daripada istri dan anak-anak kami, karena keluarga kami mengingatkan kami akan dunia, sedangkan sahabat kami mengingatkan kami akan akhirat, dan di antara sifat mereka adalah itsar (lebih mendahulukan kepentingan sahabatnya dibanding kepentingan pribadinya) ?

? ﻭﻗﺎﻝ ﻟﻘﻤﺎﻥ ﺍﻟﺤﻜﻴﻢ ﻻﺑﻨﻪ :
ﻳﺎﺑﻨﻲ؛ ﻟﻴﻜﻦ ﺃﻭﻝ ﺷﻲﺀ ﺗﻜﺴﺒﻪ ﺑﻌﺪ ﺍﻹﻳﻤﺎﻥ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﺃﺧﺎ “ﺻﺎﺩﻗﺎ”
ﻓﺈﻧﻤﺎ ﻣﺜﻠﻪ ﻛﻤﺜﻞ ” :ﺷﺠﺮﺓ” ، ﺇﻥ ﺟﻠﺴﺖ ﻓﻲ ﻇﻠﻬﺎ ﺃﻇﻠﺘﻚ
ﻭﺇﻥ ﺃﺧﺬﺕ ﻣﻨﻬﺎ ﺃﻃﻌﻤﺘﻚ ﻭﺇﻥ ﻟﻢ ﺗﻨﻔﻌﻚ ﻟﻢ ﺗﻀﺮﻙ ..

?Luqman yang bijak menasehati anaknya, dia berkata, “Wahai putraku… hendaklah perkara pertama yang engkau cari setelah iman kepada Allah, adalah sahabat yang jujur. Sungguh sahabat yang jujur itu seperti pohon yang rindang. Jika engkau duduk di bawah naungannya, dia akan menaungimu, jika engkau mengambil sesuatu darinya, dia akan mengenyangkanmu dan jika dia tidak bermanfaat bagimu, dia tidak akan mencelakakanmu?

Baca :  Sejarah Tahun Baru Hijriyah, Bagaimana Do'a Tahun Baru Hijriyah

?ﻣﺮﺽ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺃﺣﻤﺪ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺫﺍﺕ ﻳﻮﻡ ﻭﻻﺯﻡ ﺍﻟﻔﺮﺍﺵ، ﻓﺰﺍﺭﻩ ﺻﺪﻳﻘﻪ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ، ﻓﻠﻤﺎ ﺭﺃﻯ ﻋﻠﻴﻪ ﻋﻼﻣﺎﺕ ﺍﻟﻤﺮﺽ ﺍﻟﺸﺪﻳﺪ ﺃﺻﺎﺑﻪ
ﺍﻟﺤﺰﻥ … ﻓﻤﺮﺽ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ ﺃﻳﻀﺎ

Suatu hari, saat imam Ahmad -rahimahuLlah- menderita suatu penyakit yang menyebabkannya tidak dapat bangkit dari kasurnya, sahabat baiknya, Imam Asy Syafi’i -rahimahuLlah- datang menjenguknya. Ketika Imam Syafi’i melihat kondisi penyakit yang dialami sahabatnya itu, beliau sangat bersedih… hingga akhirnya beliau pun jatuh sakit.

ﻓﻠﻤﺎ ﻋﻠﻢ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺃﺣﻤﺪ ﺑﺬﻟﻚ .
ﺗﻤﺎﺳﻚ ﻧﻔﺴﻪ ﻭﺫﻫﺐ ﻟﺮﺅﻳﺔ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ ﻓﻲ ﺑﻴﺘﻪ ..
– ﻓﻠﻤﺎ ﺭﺁﻩ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ ﻗﺎﻝ :
ﻣﺮﺽ ﺍﻟﺤﺒﻴﺐ ﻓﺰﺭﺗﻪ
ﻓﻤﺮﺿﺖ ﻣﻦ ﺍﺳﻔﻲ ﻋﻠﻴﻪ
ﺷﹹﻔﻲ ﺍﻟﺤﺒﻴﺐ ﻓﺰﺍﺭﻧﻲ
ﻓﺸﹹﻔﻴﺖ ﻣﻦ ﻧﻈﺮﻱ إليه

?Saat Imam Ahmad mengetahui berita itu (sakitnya Imam Syafi’i), beliau menguatkan dirinya (memaksakan bangkit walau masih sakit) dan segera pergi menjenguk Imam Syafi’i ke rumahnya. Ketika Imam Syafi’i melihatnya datang, beliau berkata,
“Saat sahabat baikku sakit, aku datang menjenguknya,
Hingga aku pun sakit karena kesedihanku akan keadaannya.
Kini… sahabat baikku telah sembuh dan datang menjengukku.
Sungguh… saat ini aku pun telah merasa sembuh karena melihat keadaannya”?

?ﺍﻟﻠﻬﻢ.. ﺍﺭﺯﻗﻨﺎ ﺍﻟﺼﺤﺒﺔ ﺍﻟﺼﺎﻟﺤﺔ…!

Ya Allah… karuniakanlah pada kami sahabat-sahabat yang shalih…!

قال تعالى: وَسِيقَ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ إِلَى الْجَنَّةِ زُمَرًا

Allah ﷻ berfirman, “Dan orang-orang yang bertakwa kepada Rabb mereka dibawa ke dalam surga berombong-rombongan (pula).” (QS. Az Zumar : 73)

?ﺍﻟﻤﺤﺒﺔ ﻓﻲ ﺍﻟﻠﻪ… ﻧﻌﻤﺔ ﻣﻦ ﺍﻟﻠﻪ… ﻭﺍﻟﺘﻮﺍﺻﻞ ﻣﻊ ﺍﻷﺣﺒﺔ ﺃﻧﺲ ﻭﻣيسرة… ﻫﻢ ﻟﻠﻌﻴﻦ ﻗﺮﺓ…

Saling mencintai karena Allah adalah karunia-Nya, dan saling menyambung hubungan dengan orang-orang yang dicintai adalah wujud kasih sayang yang memberi kemudahan. Mereka adalah pelipur lara… Penyejuk pandangan…

Baca :  Lebih Utama Mana.. Sedekah Pada Orang Miskin Atau Karib Kerabat ?

?ﻓﺴﻼﻡ ﻋﻠﻰ ﻣﻦ ﺩﺍﻡ ﻓﻲ ﺍﻟﻘﻠﺐ ﺫﻛﺮ ﻫﻢ… ﻭﺇﻥ ﻏﺎﺑﻮﺍ ﻋﻦ ﺍﻟﻌﻴﻦ…
ﻗﻠﻨﺎ ﻳﺎ ﺭﺏ ﺍﺣﻔﻈﻬﻢ

Semoga keselamatanlah bagi mereka yang selalu terkenang di hati, sekalipun mereka jauh dari pandangan…
Kami akan selalu berkata, “Wahai Rabb’ku..! Jaga dan peliharalah mereka ?☀( Sudarno Hadi )