Pendidikan Sebagai Tonggak Kemajuan Bangsa

Penddikan merupakan proses pembudayaan yakni suatu usaha memberikan nilai-nilai luhur kepada generasi baru dalam masyarakat yang tidak hanya bersifat pemeliharaan tetapi juga dengan maksud memajukan serta mengembangkan kebudayaan menuju ke arah keluhuran hidup kemanusiaan (Ki Hajar Dewantara). Pendidikan amat penting dalam memajukan intelektual anak bangsa. Pendidikan menjadi wadah pembentuk karakter bangsa yang juga cerminan peradaban suatu bangsa. Peningkatan mutu pendidikan akan melahirkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas agar Indonesia tidak tertinggal dengan negara-negara lain yang sudah jauh lebih maju.

Pendidikan di Indonesia adalah seluruh pendidikan yang diselenggarakan baik itu secara terstruktur maupun tidak terstruktur. Di Indonesia semua penduduk wajib mengikuti program wajib belajar sembilan tahun, enam tahun di Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah dan tiga tahun di Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah. Saat ini, pendidikan di Indonesia diatur melalui Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Indonesia sebagai satu negara berkembang di dunia masih mempunyai masalah besar dalam bidang pendidikan. Sistem pendidikan yang menjadikan siswa sebagai objek menghasilkan manusia yang hanya siap untuk memenuhi kebutuhan zaman dan belum mampu bersikap kritis terhadap perkembangan zaman.

Dewasa ini, sistem pendidikan di Indonesia tidak tetap. Hal ini membuat para pendidik dan peserta didik bingung. Semestinya sistem pendidikan menjadi perhatian khusus bagi pemerintah. Kurikulum sudah beberapa kali dirubah. Pertama, pendidikan berpacu pada Kurikulum 1994, kemudian dirubah ke Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK 2004), Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP 2006) dan terakhir Kurikulum 2013 yang pada akhirnya juga menuai kontroversi karena dirasa kurang efektif. Bahkan di lingkup pendidikan formal, tiap sekolah menggunakan kurikulum yang berbeda. Tidak semua sekolah menggunakan Kurikulum 2013, ada yang masih menggunakan KTSP bahkan ada pula yang menggunakan Kurikulum 2013 sebagai bahan percobaan karena hanya digunakan dalam jangka waktu 1 semester kemudian beralih lagi menggunakan kurikulum yang lama.

Baca :  Zaman Mulkan Jabar

Kurikulum yang tidak konstan akan menuntut banyak perubahan. Saat kurikulum diubah, maka cara mengajar juga harus dirubah. Para pendidik dan peserta didik juga harus beradaptasi dengan perubahan cara pengajaran yang berbeda. Hal ini tidak instan, tetapi membutuhkan waktu yang cukup lama sehingga dianggap kurang efektif.

Bagaimana dengan calon generasi penerus bangsa? Mereka dicetak melalui pendidikan. Tidak hanya pendidikan formal tetapi pendidikan nonformal dan informal juga sangat berpengaruh. Kita sebagai generasi penerus bangsa tidak perlu merasa bingung dan ikut resah berfikir atas perubahan sistem pendidikan karena itu adalah mejadi tugas dan tanggung jawab pemerintah. Tugas dan kewajiban kita sebagai penerus bangsa yang produktif, berkualitas dan berintelektual tinggi adalah belajar menuntut ilmu dan mencetak moral yang baik untuk diri sediri dan untuk kemajuan bangsa dan negara Indonesia. *** Yanz

Direkomendasikan untukmu