16-01-14-00-29-07-298_deco_1-320x178

Cerita ini merupakan cerita nyata yang benar benar terjadi. Disebuah gubuk hiduplah seorang ibu bersama tiga anaknya satu anak lelaki dan dua anak perempuan wanita itu memang sengaja tinggal menyendiri di pondok itu karena alasan tenang dan sunyi suami ibu arni (bukan nama sebenarnya) sedang bekerja mencari nafkah di negeri tetangga karena memang di desa bu arni banyak yang bekerja di negeri jiran tersebut. Dalam beberapa bulan pertama bua arni tidak mengalami hal-hal yang aneh dan bu arni juga di kenal wanita pemberani dan sudah terbiasa dengan hal-hal mistik.

Namun malam itu merupakan malam yang tidak terlupakan bagi bu arni malam dimana anak-anaknya menangis ketakutan. Malam telah menyongsong bu arni menutup pintu kemudian ia menyalakan pelita ia menyuruh anaknya untuk menjaga adik-adiknya ia kemudian ia pergi ke dapur untuk memasak.

namun ketika di dapur ia mendengar tangisan anak bungsunya ia bertanya kepada putranya kenapa adiknya bisa menangis tapi putranya juga tidak tau karena ia tiba-tiba menangis bu arni menjadi bingung tidak biasanya anaknya menangis seperti ini dengan tanpa sebab. Kemudian ia mengendong anaknya sambil memasak anak nya kemudian tertidur di punggungnya ketika memasak.

Setelah makan malam tiba mereka berempat berkumpul di meja makan mereka makan dengan sayur seadanya terlihat sekali anak-anaknya melahap makanan dengan cepat nampaknya mereka sudah sanggat kelaparan bu arni hanya bisa tersenyum. Setelah menjelang waktu tidur bu arni menemani ketiga anaknya hingga terlelap sampai ia juga tidur.

Namun belum sempat terlelap bu arni mendengar orang melempar batu keatas atap rumah, ia kira itu orang iseng kemudian ia keluar kamar dan menuju pintu depan rumah ia kemudian membuka pintu terkejut sekali bu arni ketika di lihatnya di depan rumah ternyata bukan manusia melainkan sesosok pocong dengan wajah hancur dan di penuhi darah.

Baca :  Kisah Malin Kundang, Anak Durhaka

bu arni mundur dengan perlahan. Lama-kelamaan pocong itu bergerak menyamping dan tiba-tiba ketiga anak bu arni menangis kencang dan berteriak mencari ibunya. Bu arni dengan cepat datang ke kamar dan memeluk anak-anaknya. “brakkk” jendela kamar terbuka terlihat banyak pocong mengelilingi rumah mereka bu arni ketakutan ia hanya bisa memeluk anaknya dan memejamkan matanya dengan kuat-kuat sambil menangis.

Namun kira-kira 2 menit setelah itu bu arni membuka matanya ternyata pocong yang mengelilingi rumahnya sudah tidak ada, ia kemudian pelan pelan menuju jendela dan menutup jendela dengan rasa takut, ia takut jika pocong itu-tiba tiba muncul lagi seperti di depan pintu. Setelah anaknya tidur bu arni kedepan rumah untuk menutup pintu yang belum sempat ia tutup. Malam itu bu arni tak bisa tidur mengingat hal seram yang ia alami malam itu.