Kapolsek Kanor Bersama Tiga Pilar Rapat Permasalahan Tambang Pasir

Bojonegoro,tb.com – Keberadaan pasir di Kabupaten Bojonegoro bagai dua mata pisau, di satu sisi memberikan manfaat bagi masyarakat dan disisi yang lain sangat meresahkan warga karena dikhawatirkan terjadi longsor pada lingkungan sekitar penambangan.

Begitu pula yang terjadi di wilayah Desa Semambung Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro, karena sebagian warga merasa resah namun disisi lain juga merupakan mata pencaharian warga, akhirnya pada Kamis (09/03) pemerintah Desa setempat bersama tiga pilar melakukan rapat membahas permasalahan tambang pasir.

Rapat dihadiri oleh Kapolsek Kanor AKP Imam Khanafi, Kasi Trantip Kanor Hari Purnomo, Bhabinkamtibmas Desa Ngadirejo Aiptu Untung, Tiga Pilar Desa Semambung, Kades Desa Ngadirejo Kasturi, pengusaha dan tokoh masyarakat.

Dalam pertemuan itu, Kepala Desa Semambung yang wilayahnya menjadi lokasi tambang pasir memperbolehkan dilakukan aktifitas penambangan pasir akan tetapi dengan syarat harus ada batas-batas yang tidak boleh di ambil yaitu di dekat tanggul sungai bengawan solo. Selain itu juga harus batasan jumlah maksimal pengambilan.

Kapolsek Kanor AKP Imam Khanafi menyampaikan, berdasarkan dari pernyataan Kepala Desa Semambung, Kapolsek juga tidak melarang aktifitas penambangan asalkan dilakukan secara manual dan sesuai dengan apa yang menjadi peraturan pemerintah desa setempat.

“Jangan sampai penambang pasir menggunakan alat mekanik dan pengusaha jangan sampai melanggar, baik itu aturan desa ataupun aturan hukum,” terang AKP Imam Khanafi.

Sementara itu Kepala Desa Ngadirejo yang warganya banyak menjadi pengusaha pasir akan mengikuti aturan-aturan yang dibuat oleh pemerintahan Desa Semambung.

 

Dari rapat yang dilakukan bersama para penambang mendapat kesepakatan dan keputusan diantaranya :

1.Untuk pengusaha pasir dari Luar Desa Semambung Maksimal 2 X sehari pengambilan. Sedangkan untuk Pengusaha dari Pribumi (warga desa setempat) diperbolehkan Maksimal 4 X sehari.

Baca :  Tempat Hiburan Malam di Bojonegoro Tidak Luput Dengan Patroli Skala Besar Polisi

2. Pengusaha pasir harus mentaati Batas-batas pengambilan yang di tentukan.

3. Waktu pengambilan di mulai Pukul.06.00 s/d 16.00 wib.

4.Tidak boleh mengambil pasir di Lokasi tanah/tanggul yang longsor.

Keputusan yang dicapai tersebut kemudian di tanda tangani bersama oleh pengusaha pasir dan pemerintah Desa Semambung.***(tb)

Direkomendasikan untukmu