Bojonegoro,tb.com – Sosialisasi pertanian Dinas pertanian di Desa Tulungrejo Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro bersama Kuliah kerja nyata (KKN) Universitas Bojonegoro di pendopo balai Desa Tulungrejo pada,Selasa 14 Agustus 2018.

Dalam sosialisasi tersebut mengangkat tema “Pembuatan pupuk organik dari limbah hasil rumah tangga.

Kegiatan sosialisasi ini di hadiri oleh Dinas pertanian Bojonegoro sebagai nara sumber para tamu undangan yang di hadiri oleh para petani Desa Tulungrejo,Pemdes Tulungrejo beserta Beserta UPTD Pertanian Trucuk dan para mahasiswa KKN Unigoro.

Joko PW mengatakan dalam sosialisasi : “Kebiasan membakar jerami setelah musim panen oleh petani padahal jerami kalau di bakar bisa mimatikan mikroba dalam tanah dan menganggu kesuburan tanah selain menimbulkan asap yang bisa merusak lapisan ozon dan menganggu pernafasan.”

“Maka konsep organik harus di kembalikan supaya petani tidak main obat kimia dalam bertani,kandungan C organik di Bojonegoro setelah di teliti pada tahun 2009 hanya 0,6 sampai 0,4.mikrobanya sangat rendah maka organik harus di kembalikan oleh petani dalam bertani.”

“Bila ingin bertani dengan baik bumi harus di sehatkan yaitu dengan cara mengunakan pupuk organik dan bisa menggunakan jerami yang dibuat pupuk organik, karena jerami kandungan silika mikrobanya tinggi termasuk pohon kedelai juga batang jagung itu sanggat menyuburkan tanaman.Cara pembuatanya bisa dimasukan mesin cover ( dilembutkan red) terus di permentasi dengan mengunakan air leri dan EM4 ( efektif mikro organisme) dengan di tutup rapat untuk menjadi pupuk organik.” Tuturnya.

Reporter: Eko

Editor : Eko Cahyono

Baca :  HUT Perkumpulan Disabilitas Kabupaten Bojonegoro Ke 4 di Selengarakan