TRANSBOJONEGORO.COM – Merebaknya dugaan penjualan pupuk bersubsidi diatas HET, oleh Kios pupuk desa karangdowo Kecamatan Sumberrejo Bojonegoro, yang mengakibatkan petani desa setempat kesulitan untuk membeli pupuk bersubsidi tersebut, diduga Ketua gapoktan mengamini apa yang dilakukan kios pupuk desa setempat, dan turut menikmati hasil yang didapat dari penjualan pupuk di atas HET itu..

Penelusuran transbojonegoro.com penjualan pupuk bersebsidi oleh kios yang melampaui HET tersebut, diperkirakan sudah berlangsung selama tiga tahun, disamping itu, seringnya jatah pupuk untuk petani desa karangdowo dijual keluar desa menyebabkan petani desa setempat kekurangan pupuk,

Dalam melancarkan operandinya kios dibantu dua orang sebagai pengecer, yang bertugas menjual pupuk bersubsidi tersebut ke luar desa, dua orang tersebut diketahui warga desa setempat dan satunya diduga watga desa talun kecamatan sumberrejo bojonegoro,

Ironisnya ketua gapoktan desa setempat, meski mengetahui hal itu, selalu di biarkan, diduga ketua gapoktan juga mendapatkan upeti dari kios yang nakal tersebut.

Mengetahui ulah kios seperti itu para petani desa setempat merasa gerah, dan berharap pihak pihak terkait bertindak tegas, supaya ada afek jera, “Bila perlu kios tersebut segara diganti”Ungkap salah satu petani yang enggan namanya disebutkan.**

Baca :  Parahnya Ruas Balen - Lengkong Hingga Kedungdowo Saat Musim Hujan