TRANSBOJONEGORO.COM, Lamongan – Pekerjaan perbaikan saluran air di jalan gotong royong Kelurahan Babat Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan, yang baru sekitar satu minggu berjalan, menuai keluhan warga setempat serta pengguna jalan.22/9/2019.

Pasalnya proyek saluran air yang dianggarkan dari APBD Lamongan tersebut, diduga tidak memperhatikan kesehatan dan keselamatan kerja, (K3) dan safety pengguna jalan.

Baca :  Diduga Gagal Kontruksi Pengerasan Jalan Rabat Beton Desa Banjaranyar Kecamatan Baureno
Baca :  Kontruksi Makadam Jalan Kapas - Glendeng, Kerap Timbulkan Laka

Saat pengerjaan proyek, sejumlah tumpukan matreal berserakan di badan jalan, sehingga rawan menimbulkan kecelakaan, karena jalan gotong royong merupakan jalan alternatif surabaya babat, surabaya jombang, yang selalu padat kendaraan roda 2 maupun roda 4. selain itu dijalan tersebut paling rawan kemacetan.

Tak hanya itu, pantauan transbojonegiro.com dalam pengerjaan proyek saluran air yang tidak memasang papan nama itu, diduga dalam membuat campuran masih manual tanpa mesin molen dan untuk pasangan batu mengggunakan batu dengan kualitas rendah, untuk mensiasati supaya tidak ketauan setiap matreal tiba dilokasi, langsung di pasang.

Baca :  Kades Sumuragung, Anggap Nara Sumber Gak Faham
Baca :  Bocah 4 Th Jadi Korban Pencabulan

Kurangnya pengawasan dari pihak terkait membuat Pekerjaan saluaran gotong royong yang diperkirakan dengan panjang 370 M, tidak sesuai dengan yang diharapkan masyarakat.(BM-Red)