Ada Tradisi Lempar Uang Koin Jadi Rebutan di Sedekah Bumi Kanor

Ada Tradisi Lempar Uang Koin Jadi Rebutan di Sedekah Bumi Kanor

Bojonegoro-Dua hari dua malam sedekah bumi atau sering di sebut oleh warga lokal,yaitu mangganan di selengarakan di Desa Kanor,Kecamatan Kanor,Kabupaten Bojonegoro di makam Goroito makam Syeh Abdul Hasan dan Badriyah yang terletak di sebelah barat diwilayah Desa Kanor persisnya dekat tanggul Bengawan Solo keberadaan makam tersebut.

Sedekah bumi ini selalu dilaksanakan oleh warga setempat setiap Rabu Keliwon dan tahun ini Sedekah Bumi di makam Goroito tersebut acara puncaknya jatuh pada,Rabu Keliwon tanggal 2 September 2019.

Dalam sedekah Bumi ini warga berbondong-bondong secara sukarelawan dengan ikhlas membawa tumpeng untuk di sajikan di acara Sedekah Bumi tersebut.Makanan tersebut di bagikan secara gratis untuk para pengunjung setelah proses mengaji bersama-sama di dalam area makam Goroito selesai.

Selain Warga membawa tumpeng juga mengaji bersama-sama di acara Sedekah Bumi tersebut ada tradisi melempar uang koin,di situ sangat seru karena setiap warga rata-rata yang hadir untuk melempar koin dan menjadi rebutan para anak-anak yang sudah jaga-jaga mengambil leparan koin uang dari warga yang datang.

Tradisi lempar uang koin menurut cerita yang di sampaikan oleh Kepala Desa Kanor Ramlah yang akrab di sapa Ella ini bahwa tradisi melempar uang koin ini namanya Udik-Udikan yang di percaya untuk memancing rejeki untuk semakin berkah setiap pendapatan mereka.

“Melempar koin itu pancingan untuk rejeki mereka untuk menyedekahkan hasil jirih payah sedikit untuk mereka dalam Udik-Udikan di sedekah bumi ini,”tutur Ramlah.

Masih kata Kades Kanor berparas cantik ini di sela-sela acara.”Selain Udik-Udikan warga juga membawa makanan secara ikhlas tanpa diminta untuk di bagikan secara gratis untuk semua pengungung yang datang di acara ini.Adat istiadat ini selalu di laksanakan setiap tahun dan mudah-mudahan semua warga saya dapat berkah dengan apa yang sudah menjadi tradisi kami ini,”pungkasnya.

Baca :  Suaralantang.com Gelar workshop, gelombang I

Kepala Dusun Kanor saat di lokasi Sedekah bumi menambahkan sedikit cerita sejarah tentang makam Goroito. ” Makam Goroito menurut cerita ahli waris yang ada di makam tersebut adalah pelarian dari kerjaan Mataram akhirnya babat tanah di wilayah sini jadi Goroito ada beberapa sodara di sini termasuk yang ada di Desa Semambung dan Grape.Dan makam Goroito ini ada sekitar jama Wali Songo.Salah satu dari makam tersebut menurut cerita masih keponakan dari Sunan Bonang,yaitu Badriyah,” tutur Kasun

“Setiap Rabu Keliwon di sini banyak orang yang datang dimakam Goroito untuk cari berkah seperti kenaikan pangkat atau sedang mencari jabatan,yang datang ada dari luar daerah maupun warga lokal,”pungkasnya.***(Eko Cahyono)

COMMENTS

Tentang Kami | Kontak Kami | Pasang Iklan | Pedoman Media Siber | UU Pers | Disclaimer