Diduga Gagal Kontruksi Pengerasan Jalan Rabat Beton Desa Banjaranyar Kecamatan Baureno

TRANSBOJONEGORO.COM – Pengerasan jalan rabat beton di desa Banjaranyar Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur, yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahun anggaran 2020 di diduga Kegagalan konstruksi, pasalnya jalan rabat beton baru berusia dua bulan sudah mulai rusak.

Kegagalan Kontruksi adalah hal yang mungkin terjadi di setiap kegiatan konstruksi.

Bahkan hal ini sudah dicantumkan dalam undang-undang No.19 tahun 1990 tentang jasa kontruksi yang mensyaratkan agar kegagalan bangunan dimasukkan didalam kontrak agar bisa menjaga asas keadilan.

Faktor penyebab kegagalan konstruksi ini pada dasarnya sangatlah luas tergantung aspek yang dilihat.

Baca :  Diduga Kontruksi Gagal, Jalan Rigid Beton Babat - Lamongan Sepanjang 8,8 Km
Baca :  Diduga Salahi Aturan, Raskin Ngujung 2015 - 2017, Akan Dilaporkan

Mulai dari pelaksanaan proyek yang tidak benar, sistem pengawasan, kerusakan peralatan, instalasi produksi tidak tepat, gangguan selama proyek hingga berbagai faktor alam yang menyebabkan kerusakan jalan.

Bentuk dan penyebab kerusakan jalan yang terjadi di ruas jalan bentuknya pun sangat beragam, mulai dari retak-retak (cracking), lobang-lobang (pothole), bergelombang (corrugation) hingga membentuk alur cekungan jejak roda kendaraan (rutting) dan genangan di permukaan jalan (bleeding). Berikut ini terdapat 5 faktor penyebab perkerasan jalan mengalami kegagalan karena faktor alam.

Pengerasan jalan rabat beton di desa Banjaranyar Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur

Selain itu kegagalan kontruksi rentan terjadi apabila dalam pelaksanaan pekerjaan tidak sesuai spesifikasi Tehcnik dan rencana anggaran biaya (RAB).

Baca :  Paket Peningkatan Jalan Pasar Hewan Pasinan Diduga Kontruksi Gagal
Baca :  Perkerasan Bahu Jalan, Jurusan Bojonegoro Bts Kab Tuban, Mendapat Apresiasi

Seperti Pengerasan Jalan Rabat Beton Desa Banjaranyar Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro, dari sumber yang dapat dipercaya mengatakan pengecoran rabat beton baru sekitar dua bulan lalu namun saat ini sudah mulai mrupul Jawa-red)”katanya.

Menurutnya dalam pengecoran jalan rabat beton tersebut sebelumnya tidak menggunakan lanatai dasar, dan tidak ada pemadatan ulang, sehingga mutu beton sangat rendah.

Jalan yang sebelumnya pedel sudah bertahun tahun, langsung dicor,”Ungkapnya.

Selain itu sebelum pengecoran juga tanpa menggunakan plastik, dalam pengerjaannya jalan Rabat Beton K 100 diduga tanpa Tulangan.

Kepala desa Banjar anyar saat dikonfirmasi melalui WhatsApp pribadinaya membenarkan jika rabat beton tersebut mulai rapuh.

Baca :  Tiga Bangunan Desa Mudung Yang Bersumber Dari DD/ADD Ta 2019 Masih Mangkrak
Baca :  Raup Puluhan Juta, Pekerjaan Rigid Beton Sumberrejo - Kepoh kidul Diduga Tidak Sesuai Spek

“Nggeh niku pas waktu selesai ngecor ,hujan” Katanya 29/5/20.

Itu sdh sy pikirkan pak, akan diperbaiki sebaik baiknya.saya jg menginginkan yg terbaik buat desa saya pak”Jawabnya singkat.

Perlu diketahui Volume pengerasan jalan Rabat Beton 200 x 2,5 x 0,15 = 75,00 m3, dengan anggaran sekitar 176 Juta. yang berlokasi di RT 02/01.

Pengawasan dari pihak terkait merupakan tolak ukur untuk mencapai mutu serta kualitas pekerjaan yang diinginkan, serta meminimalisir kemungkinan kegagalan kontruksi.(Red)

Direkomendasikan untukmu