Diduga Mark’Up Hingga Puluhan Juta, Pengerasan Jalan Rabat Beton Di Desa Banjaranyar Kecamatan Baureno

TRANSBOJONEGORO.COM – Tingginya anggaran Pengerasan jalan rabat beton di desa Banjaranyar Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur, yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahun anggaran 2020, bukan menjadi jaminan pekerjaan sesuai spek dan mengedepankan mutu juga kualitas pekerjaan.

Meskipun secara kasat mata anggaran sekitar 176 juta untuk pengerjaan Pengerasan jalan rabat beton tersebut untuk volume 200 x 2,5 x 0,15 = 75,00 m3, terbilang sangat besar, ironisnya dengan anggaran yang begitu besar hasil pekerjaan masih jauh dari harapan masyarakat.

Baca :  Setelah Viral, Jalan Kapas - Glendeng Di Walls
Baca :  Salah Satu Oknum Anggota BPD Trojalu Diduga Pengurus Partai Politik

Hal itu dapat di saksikan di lokasi pekerjaan, jalan yang baru saja rampung dua bulan lalu, kondisi jalan sudah mulai rusak, Lokasi Pengerasan jalan di RT 02/01.

Kerusakan yang saat ini terjadi di ruas tersebut di diduga Konstruksi gagal, lantaran dalam pengerjaan Pengerasan jalan rabat beton tersebut diduga kuat di mark”up, hingga puluhan juta rupiah,

“Besarnya anggaran untuk pekerjaan tersebut, memungkinkan adanya mark’up dalam pelaksanaan pekerjaan”Ungkap salah satu sumber yang dapat dipercaya.30/5/20.

Baca :  Bocah 4 Th Jadi Korban Pencabulan
Baca :  Diduga Salahi Aturan, Raskin Ngujung 2015 - 2017, Akan Dilaporkan

Lebih lanjut sumber tersebut menyebutkan, pekerjaan dengan Volume 200 x 2,5 x 0,15 = 75,00 m3 yang dianggarkan 176 juta itu terlalu besar, dan tidak relevan, sudah seyogyanya pihak terkait sidak kelokasi sebagai fungsi pengawasan dan kontrol terhadap penggunaan Dana Desa, agar dalam penggunaan uang rakyat tersebut pemdes maupun timlak berhati – hati.”Katanya”.

Menurutnya untuk pekerjaan dengan Volume tersebut jika dikerjakan dengan kontruksi yang benar, cukup dengan biaya kisaran 60 – 70 Juta.”Katanya”.

Sementara untuk menelusuri kemungkinan adanya mark’up wartawan mencoba untuk mengkonfirmasi Maslikan Kasun dusun Kalipang desa setempat yang merupakan Tim pelaksana kegiatan, melalui WhatsApp pribadinya, namun sangat disayangkan ketika wartawan mengajukan pertanyaan terkait pengerjaan Pengerasan jalan rabat beton tersebut, tanpa dijawab, langsung diblokir.30/5/20.(Red)

Direkomendasikan untukmu