Transbojonegoro.com – Pembangunan peningkatan jalan Kanor – Baureno melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga dan Tata Ruang Kabupaten Bojonegoro diduga terdapat pengurangan bahan baku kontruksi, yang dikerjakan PT Asri Jaya Putra Perkasa (AJPP).

Hal tersebut diketahui setelah sidak yang dilakukan oleh komisi D DPRD Bojonegoro pada hari Rabu( 23/9) kemarin. Pelaksanaan pekerjaan rigid beton yang dikerjakan oleh PT AJPP ditemukan besi warmes yang tidak sesuai spek ( Over Hang).

Mengenai adanya dugaan pengurangan bahan baku pekerjaan proyek peningkatan jalan Kanor- Baureno, Ahmad Suyono selaku Anggota  Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, mengatakan hasil sidak kemarin kami menemukan beberapa besi Wiremesh yang tidak sesuai Spek.

“Di lokasi yang kami kunjungi itu, pengerjaan jalan rigid beton kuwalitas bahan baku utamanya besi warmesh perlu dipertanyakan,” Ucap Politisi NasDem ini.

Menurutnya, jika besi wiremesh ditimbang nampak tidak  sesuai Rencana Anggaran dan Biaya (RAB) yang telah ditentukan dinas pekerjaan umum.

“Jadi banyak besi wiremesh yang seharusnya 62 kg, saat kami timbang bersama hanya muncul 57 kg,” tegas pria ini.

Menaggapi hal tersebut, Pak Kus, selaku pelaksana Proyek saat dikonfirmasi Pada (24/9 ) membantah adanya besi warmes yang digunakan tidak sesuai spek. Karena pihaknya membeli besi di pabrikan dan sudah SNI.

” Saya tidak tahu mas, soalnya kami langsung beli dari pabrikan dan sudah SNI”

Seperti diketahui bersama, Sesuai Pagu anggaran Nilai kontrak proyek peningkatan jalan Kanor – Baureno tersebut Rp. 26.125.000.000.00 Miliar menggunakan APBD Tahun 2020 Kabupaten Bojonegoro Dan dikerjakan PT.Asri Jaya Putra Perkasa (AJPP).***(Munir/Red)

Baca :  Jalan Sehat Bareng Karang Taruna Mudha Tama Desa Sraturejo