Transbojonegoro.com – Penggunaan Dana Desa (DD) Desa Pacing, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur muncul dugaan mark’up anggaran pembangunan Penerangan Jalan Umum (PJU).

Suparmin (55) tahun. Rt 09 /Rw 02, Dusun Krajan dan juga tokoh pemuda Much Adi Panherenyep (45). Rt 10/Rw 02, Dusun Krajan, Desa Pacing, Kecamatan Sukosewu, waktu di temui wartawan (05/09/2020). menyebutkan alokasi anggaran untuk Penerangan Jalan Umum (PJU) Desa Pacing tersebut bersumber dari Dana Desa (DD) (2018/2019).

Menurutnya bahwa ada 225 unit lampu jalan yang dipasang dan pelaksanaanya tiap unit biaya sekitar kurang lebih Rp 1.250.000, (Satu juta dua ratus lima puluh ribu rupiah) yang bersumber dari anggaran Dana Desa.

Munculnya dugaan mark up anggaran dalam pengerjaan PjU tersebut di duga pengerjaanya langsung dikerjakan oleh Kepala Desa Pacing.

Pelaksanaan pemasangan lampu tersebut
diduga ada indikasi mark’up anggaran karena melihat dari pekerjaanya semua di kerjakan sendiri oleh Kepala Desa Pacing beserta rekanan pemborong.

Bahkan Di (SPJ) juga diduga tidak sesuai dengan praktik di lapangan.

Menurutnya dari harga tiap unit di perkirakan kisaran, Rp 1.250.000, berbeda dengan informasi yang ada di (SPJ), dan dalam (SPJ) di informasikan diduga Rp 1.750.000, ada penambahan sekitar Rp 500 ribu tiap satu unit PJU.

Selain ada dugaan mark’up anggaran dalam pelaksanaan pengerjaan (PJU) disinyalir juga ada dugaan soal bonus sekitar 34 unit PJU.

Sementara rekanan atau pemborong yang mengerjakan PJU di Desa Pacing yang tak mau disebut namanya waktu ditemui pada
19/09/2020 menjelaskan bahwa pihaknya mengerjakan penerangan jalan umum ( PJU) di Desa Pacing atas perintah Kepala Desa dan kerjakan selesai pada tahun 2019 yang lalu, total satu desa ada 225 titik lampu.

Baca :  Laksanakan Pembangunan Dana Desa, Tunjuk Pihak Ketiga

“Saya kerjakan semua dan anggran yang 2019 sudah habis dan saya kerjakan saya talangi uang pribadi saya total anggran sekitar Rp 170 juta sudah di bayar sekitar Rp 60 juta.

Dan dari saya harga satuan pertitik Rp 1.250.000, kalau ada informasi di Desa Pacing di (SPJ) Rp 1.750.000, itu bukan urusan saya, itupun pembayaranya
belum terlunasi, lambat, bahkan kekurangannya akan di bayar pada anggran tahun 2020 oleh kades karena belum bisa melunasi alasanya faktor kendalan Covid 19. Itu yang saya kerjakan anggran tahun 2020 tapi pekerjaanya sudah selesai pada tahun 2019 yang lalu,” ucap pelaksana.

Di tanya soal Kades dapat bonus 34 titk rekanan menjawab. “Itu istilahnya bukan bonus tapi itu besi lampu yang lama saya beli lagi dan saya kasih harga Rp 40 juta untuk ditukar dengan yang baru karena yang dulu sudah karat dan besinya juga kecil kalau ini agak besar besinya juga baru’,jelasnya.

Sementara itu Didik Purwahyudi Kepala Desa Pacing waktu di konfirmasi
(24/09/2020) melalui Whatsapp
pihaknya menerangkan bahwa informasi tersebut salah.Untuk anggaran PJU jalan lingkungan tahun 2020,yaitu:
1.Krajan 82 titik
2.Mekalen 59 titik
3.Sumberjo 40 titik dengan harga pertitik Rp 1.594.000, dan sudah termasuk pajak.Keterangan lebih jelas dan detail besok bisa datang kekantor desa tidak apa-apa.Yang jelas kalo ada dugaan terkait saya dapat Rp 500 ribu pertitik itu tidak benar”,jelas Kades.

Reporter : Munir
Editor : Eko Cahyono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *