Pekerja Tongkang Dibacok Parang

200
0

Tb.com-SAMPIT, Aksi kekerasan berdarah secara beruntun terjadi di Kotim.Warga Kecamatan Baamang di dekat gardu PLN Sampit, dihebohkan aksi pembacokan terhadap Tedy Zulkarnaen, seorang pekerja tongkang. Beruntung nyawa pemuda itu masih bisa diselamatkan.

Informasi yang dihimpun, pembacokan yang terjadi sekitar pukul 19.00 WIB itu berawal saat Muklis, pelaku, bersama temannya naik kelotok dari arah Kecamatan Seranau. Setibanya di tempat kejadian, pelaku berpapasan dengan korban. Entah apa penyebabnya, tiba-tiba Tedy menantang Muklis berkelahi.

Pelaku langsung emosi karena diremehkan. Muklis yang saat itu di bawah pengaruh minuman keras (miras), langsung mendatangi korban di atas tongkang. Keduanya kemudian terlibat baku hantam. Rekan pelaku yang identitasnya belum diketahui tak tinggal diam. Dia juga ikut memukuli Tedy.

Warga sekitar yang melihat perkelahian tak seimbang itu sempat melerai. Muklis dan rekannya kemudian turun ke kelotok. Bukannya pergi, Muklis malah mengambil parang dan kembali mendatangi korban. Tanpa banyak bicara, Muklis langsung melayangkan parang tersebut ke arah Tedy secara membabi buta.

Mendapat serangan mendadak itu, Tedy tak bisa menghindar. Tangan kanan dan pelipis matanya terkena sabetan parang tersebut. Aksi Tedy berhasil dihentikan rekan Tedy dan sejumlah warga dan langsung menangkapnya. Muklis kemudian diamankan di Polsek Baamang.

Sementara itu, korban langsung dilarikan ke RSUD dr Murjani Sampit untuk mendapat perawatan. Kasus itu masih ditangani Satpolair Polres Kotim. Kasat Polair AKP Sumarya mengatakan, motif pembacokan itu belum diketahui karena Muklis dalam kondisi mabuk, sementara rekan pelaku yang melarikan diri masih dikejar.

Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan parang yang digunakan pelaku untuk menganiaya korban, sebagai barang bukti dan pelaku yang diamankan masih dalam pemeriksaan” jelasnya.

Baca :  Gadaikan Mobil Sewaan, Seorang Warga Kanor Diamankan Polisi

Reporter : Agus Kuprit