Sendang Maibit Pesona Janda Cantik

406
0

TB.com- Tuban, Rasa syukur tertuang atas melimpahnya air  masyarakat Maibit berbaur  jadi satu dalam acara sedekah bumi atau yang dikenal dengan sebutan manganan. Masyarakat yang ada di Desa Maibit, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban selalu melakukan tradisi sedekah bumi siratan. Dengan harapan rasa guyub dan berbagi selalu tertanam dikeseharian mereka dalam bermasyarakat.

Pada Rabu legi 9/9 kemaren, Ritual sedekah bumi dimulai pagi hari,Setelah itu masyarakat Maibit mulai berdatang untuk memberi sumbangan makanan berupa nasi tumpeng panggang ayam  dan berbagai jajanan tradisional yang langsung memenuhi sendang maibit.

Makanan dibagikan  para tamu yang datang,Selain untuk ditukar kepada sesama tetangga yang hadir setelah di doa’in oleh  Mushadi sebagai modin Maibit juga selaku Kaur Pembangunan.Selanjutnya masyarakat yang hadir disuguhi oleh pementasan wayang kulit.

Sembari menikmati pementasan wayang kulit, terlihat beberapa masyarakat yang hadir mengusapkan wajah dengan air yang dulunya dipercaya sebagai pemandian Sri Pangenti atau yang disebut dengan Lanjar Maibit.

Kemudian menuju ritual puncak yaitu siratan pada siang harinya dengan diawali meletakkan tumpeng yang berisi makanan berupa nasi dan ayam panggang juga beberapa wewangian kedalam sebuah tampah (wadah yang terbuat dari anyaman bambu).  Setelah itu tampah makanan diletakkan kedalam

pinggir sendang. Dan perangkat desa mulai mengucapkan do’a.selesai berdoa para pamong Desa dan Kepala Desa kemudian melemparkan tumpeng ke air sendang beserta menyirat nyiratkan air sendang kepada masyarakat yang berjejer di pingir sendang. sehingga secara otomatis masyarakat yang hadir pun turut terkena percikan dari air sendang maibit.

Kepala Desa Maibit, H.ALI  mengatakan budaya siratan ini sebagai simbol bahwa berkah berupa air yang jernih dan melimpah dari sendang maibit ini haruslah dibagi kepada masyarakat luas. Selain itu dengan menyiratkan kesegala penjuru arah oleh para pamong Desa adalah tanda pamong Desa lah yang menjadi orang terdepan dalam upaya pembagian berkah atau rejeki ini.  Sehingga kekayaan alam  yang berlimpah ini bisa dinikmati bersama-sama.

Baca :  Aku Tahu dan Aku Peduli AIDS

Imbuhnya,bahwa nilai-nilai ini akan berusaha terus dijaga oleh masyarakat Desa Maibit. Selain sebagai wujud  rasa penghormatan kepada sejarah para leluhur,supaya pembelajaran masyarakat untuk terus melestarikan tradisi yang ada,Karena tradisi ini ternyata juga sebuah cara untuk merekatkan tali silaturohkim,persaudaraan, rasa memiliki dan kekompakan,sesama masyarakat Maibit.

Makna Lanjar dari kata jawa yang artinya seorang janda yang belum pernah disetubuhi oleh suaminya dan Maibit berarti tempat persinggahan dan persembunyian. Maka saat hidup Sri Pangenti sering disebut juga dengan Lanjar Maibit.

Saat itu dia sedang mencari suaminya yang belum sempat menyetubuhinya. Namun karena kecantikan paras dan kehalusan pekertinya dia menjadi rebutan banyak lelaki. Dari pejabat hingga rakyat jelata. Untuk itu Sri Pangenti memilih singgah dan sembunyi (Maibit) disuatu tempat yang sekarang dikenal dengan sebutan sendang Maibit.tutur juru kuci sendang maibit,Supardi.

Reporter: Eko Cahyono