Samin “Sami-sami amin”

382
0

Tb.com,Bojonegoro, Samin adalah salah satu suku yang ada di Indonesia. Masyarakat ini adalah keturunan para pengikut Samin Surosentiko yang mengajarkan sedulur sikep, di mana mereka mengobarkan semangat perlawanan terhadap belanda dalam bentuk lain di luar kekerasan Bentuk yang dilakukan adalah menolak membayar pajak, menolak segala peraturan yang dibuat pemerintah kolonial. Masyarakat ini acap memusingkan pemerintah Belanda maupun penjajahan Jepang karena sikap itu, sikap yang hingga sekarang dianggap menjengkelkan oleh kelompok di luarnya.

Di kabupaten bojonegoro suku samin tinggal dikawasan hutan jati dusun jepang, desa margomulyo kecamatan margomulyo kabupaten Bojonegoro jawa timur. Masyarakat Samin sendiri juga mengisolasi diri hingga baru pada tahun ’70-an, mereka baru tahu Indonesia telah merdeka. Kelompok Samin ini tersebar sampai Jawa Tengah, namun konsentrasi terbesarnya berada di kawasan Blora, Jawa Tengah dan Bojonegoro, Jawa Timur yang masing-masing bermukim di perbatasan kedua wilayah.Jumlah mereka tidak banyak dan tinggal di kawasan pegunungan Kendeng di perbatasan dua provinsi. Kelompok Samin lebih suka disebut wong sikep, karena kata samin bagi mereka mengandung makna negatif. Orang luar Samin sering menganggap mereka sebagai kelompok yang lugu, tidak suka mencuri, menolak membayar pajak, dan acap menjadi bahan lelucon terutama di kalangan masyarakat Bojonegoro. Pokok ajaran Samin Surosentiko, yang nama aslinya Raden Kohar, kelahiran Desa Ploso Kedhiren, Randublatung, tahun 1859, dan meninggal saat diasingkan ke Padang,1914.

Dari mana asal mula kata “samin” dan mengapa di sebut “samin”.Pada tahun 1840 R. Suryowijoyo mendirikan perkumpulan pemuda yang di berinama “ tiyang sami amin” Dari nama perkumpulan pemuda itulah muncul istilah samin. Samin artinya sama maksudnya bersama-sama mebela negara indonesia.
Pengikut ajaran Samin mempunyai lima ajaran tidak bersekolah,tidak memakai peci, tapi memakai “iket”, yaitu semacam kain yang diikatkan di kepala mirip orang Jawa dahulu,tidak berpoligami tidak memakai celana panjang, dan hanya pakai celana selutut,tidak berdagang, dan penolakan terhadap kapitalisme
ajaran Smin Tersebar pertama kali di daerah Klopo duwur Jawa Tengah. Pada 1890 pergerakan Samin berkembang di dua desa hutan kawasan Randublatung Blora Jawa Tengah. Gerakan ini lantas dengan cepat menjalar ke desa-desa lainnya. Mulai dari pantai utara Jawa sampai ke seputar hutan di pegunungan Kendeng Utara dan Kendeng Selatan, atau di sekitar perbatasan provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. (Red)

Baca :  Sat Lantas Polres Bojonegoro Punya Pojok Baca