Asal Usul Kahyangan Api

Asal usul Kahyangan Api

unnamed-2_1-500x240

Awalnya , kayangan api tak seindah dan sebagus sekarang “ kata juru kunci,
Kayangan api memiliki keterkaitan sejarah dengan empu Kriyo kusumo yang memiliki tiga keris dan satu tombak .
Menurut legenda setempat , seperti di katakan juru kunci , sebelum di pakai sebagai tempat wisata ada kejadian aneh .

di mana sang juru kunci sering di datanggi seseoarang yang menyerupai kakek-kakek . kakek tersebut memberi wejangan , begini : “ Carilah wujud batu semedi yang ku pakai untuk bersemedi . sekarang batu itu tergelincir di bawah pohon , carilah , jika ketemu rawat dan perbaiki . Bukan upah yang saya berikan , tetapi suatu ganjaran atau kukuh sebagai bekal hari tuamu , “ tutur kakek seperti di tuturkan juru kunci .
kakek tersebut merupakan penjelmaan dari eyang empu kriyo kusumo yang menampakan diri kepadanya .

“ Mungkin inilah saatnya aku di suruh eyang untuk membuka jalan hidup saya . Selama ini kehidupan saya sangat tidak menentu .
Padahal anak saya masih kecil-kecil , sementara ekonomi saya juga pas-pasan . Saya berjuang demi nasib anak . Pesan eyang tadi . Saya laksanakan ,“ Kenang sang juru kunci .

Pesan itu ternyata benar-benar merubah nasibnya . Sedikit demi sedikit , jalan hidupnya berubah . Kini sang juru kunci bisa hidup layak . Lebih mengejutkan lagi , ia mendapat pangilan dari orang nomer satu di bojonegoro . “ Saya di pangil pak Bupati , “ tuturnya.

KY3_1-500x284

Sejak pemanggilan juru kunci , itu tak lama kemudian, Pemerintah Daerah Bojonegoro melakukan renovasi tempat wisata kayangan api . Sekarang bisa di lihat bangunan untuk persinggahan wisata sangat teduh dan menyenangkan .

Wisatawan yang datang bukan hanya dalam negeri , dari luar negeripun sudah banyak yang menginjakan kaki di kayangan api . Mereka bermaksud melihat pemandangan sekaligus melakukan penyembuhan denga mandi air ( kungkum / di kayangan api .)

Kayangan api tak lepas dari sejarah . Ada banyak cerita yang bisa di ungkapakan. Salah satunya yaitu cerita tentang tokoh dari kerajaan tuban .
Menurut juru kunci, eyang kriyo kusumo bersama reso kusumo yang berasal dari kerajaan tuban suka melakukan pengembaraan . Sampai akirnya , tiba di kayangan api . keduanya masuk ke kayangan api dari arah barat , dan waktu keluar juga menuju ke arah barat. Kedua tokoh kerajaan tersebut mulai berfikir , kayangan api menyimpan kekuatan gaib yang dahsyat . Sehingga sangat cocok untuk tempat bertapa .
Tanpa berfikir panjang lagi , eyang kriyo kusumo melakukan semedi . Tidak tangung- tangung , Bukan hanya bersemedi sehari Atau beberapa hari saja , tetapi ia melakukan semedi selama lima tahun. “ Hasil semedi tersebut , eyang kriyo kusumo mendapatkan liham dari Allah untuk menjalankan perantauan ke irian , Kalimantan lalu kembali ke kayangan api , eyang harus membawa batu sekuatnya dan tidak memakai kendaraan apapun ,” cerita juru kunci.

unnamed-1_1-500x259
Menurut cerita batu itu di bakar di atas api , batu tersebut akirnya meleleh , lalu di buat pusaka berupa keris dan tombak , keris tersebut berbentuk luk telu , jangkung , blong tenggah sementara tombaknya bernama semar ndodok. Selang beberapa tahun kemudian , pusaka buatan eyang kriyo kusumo terkenal sampai kemana-mana . kabar itu di dengar oleh raja majapahit I , brawijaya V dan patih gajah mada . Akhirnya pusaka itu di boyong ke kerajaan tersebut dan eyang kriyo kusumo di mintai bantuan untuk melakukan perluasan wilayah sampai ke irian jaya , maluku ,sunda kecil , dan termasuk daerah-daerah lainya. Eyang kriyo kusumo , ketika berusia 29 tahun di pungut menantu oleh raja majapahit ia di jodohkan dengan mbah nyaini dan minta hiburan ledek , sejak itulah mbah reso kusumo di rubah namanya menjadi eyang kriyo kusumo .

Eyang kriyo minta tiga gending di antaranya Eling-eling ,wani- wani , gunung sari sebagai hiburan pertemuan ,Atas keperkasaan eyang kriyo kusumo , raja memberikan gelar Supogati. Setelah tiga tahun pernikahan , eyang kriyo di karuniai anak di beri nama Retno sari .
Sang ayah membuatkan taman untuk retno sari , namun sayang sampai sekarang tidak di temukan, Menurut cerita retno sari muksa, tidak ada tanda-tanda di makamkan dimana.

Sendang Blekutuk

Sendang blekutuk
Sendang blekutuk

Cerita hanya turun temurun dan ada Air Blekuthuk Sumber mata air di kayangan api yang terkesan panas , tapi jika di sentuh terasa dingin. Baunya yang khas bau belerang memiliki khasiat yang baik untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit. “Banyak orang yang telah berendam ,serta minum air kayangan api , Hebatnya sebagian orang yang bisa sembuh setelah berendam atau minum air, kata juru kunci air blekuthuk.
Ada hal yang aneh lagi , di ceritakan pernah ada ular bersisik tebal dan sangat panjang ular tersebut masuk ke batang pohon , dan musnah begitu saja , batang pohon tersebut memiliki ciri keanehan kulit pohon tersebut menyerupai kulit ular dan bersisik tebal.

selain mengeluarkan api abadi yang terbesar se-asia tenggara, tempat wisata ini juga mengeluarkan semburan api bercampur air yang sering disebut masyarakat sebagai ” air blukuthuk”. tempat wisata ini berada di desa sendang harjo kecamatan ngasem yang berada ditengah – tengah hutan jati dan terletak 15 kilometer selatan kabupaten Bojonegoro Jawa timur.

images-32-500x291
Menurut masyarakat setempat, kayangan api merupakan petilasan seorang mpu pembuat keris pada jaman kerajaan Mojopahit. Jalan menuju kayangan kata lain dari kayangan api merupakan tempat pengasingan seorang mpu yang bernama KI Kriya Kusuma. sebelum mengasingkan diri mpu tersebut bernama mpu supagati. Dia adalah seorang mpu pembuat keris yang terkenal dijaman Mojopahit. Ditempat pengasingannya inilah ki kriya kusuma melakukan tapa sambil menekuni profesinya sebagai ahli pembuat keris. Didalam pengasingannya, mpu supagati berhasil membuat sebuah keris yang diberi nama “Dapur Jakung luk telu Blong pok Gonjo” Selain terdapat sumber api abadi, disekitar lokasi tersebut juga terdapat semburan air bercampur lumpur yang mengandung belerang. Namun semburan tersebut tidak membahayakan masyarakat maupun daerah yang berada disekitar lokasi tersebut.

Air blukutuk ini dulunya untuk mencuci atau merendam keris yang dibuat Mpu Supagati” Kata juru kunci. Bahkan oleh masyarakat sekitar maupun pengunjung lokasi wisata tersebut, air blukutuk tersebut dianggap membawa berkah. Karena selain dapat mengobati penyakit juga dianggap dapat membawa keberuntungan bagi mereka yang datang untuk meminta keberuntungan.
Selain memintakesembuhan dari air blukuthuk, masyakarat yang datang kesini juga melakukan tirakat dengan bertapa didekat lokasi api abadi,

Hingga saat ini lokasi wisata yang berada di tengah hutan jati ini masih banyak meninggalkan misteri. karena selain mengeluarkan semburan api bercampur lumpur yang tidak membahayakan, tempat tersebut diyakini juga oleh masyarakat setempat dijaga oleh dua orang anak gadis ki kriya kusuma yang bernama Sri wulan dan Siti Sundari.
Sumber mata air di kayangan api terkesan panas , tapi jika di sentuh terasa dingin. Baunya yang khas bau belerang memiliki khasiat yang baik untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit. “Banyak orang yang telah berendam ,serta minum air kayangan api , Hebatnya sebagian orang yang bisa sembuh setelah berendam atau minum air, kata juru kunci air blekuthuk.ada hal yang aneh lagi , di ceritakan pernah ada ular bersisik tebal dan sangat panjang ular tersebut masuk ke batang pohon , hingga musnah begitu saja , batang pohon tersebut memiliki ciri keanehan kulit pohon tersebut menyerupai kulit ular dan bersisik tebal.