Enam Pilar Strategi Pembangunan Ekonomi Produktif Bojonegoro

0

ARTIKEL20150111212236pm-640x427

Dalam rangka mewujudkan visi Bojonegoro yakni “Terwujudnya pondasi  Bojonegoro sebagai lumbung pangan dan energi negeri yang produktif, berdaya saing, adil, bahagia, sejahtera dan berkelanjutan“ atau dalam hal ini disingkat menjadi terciptanya Kesejahteraan masyarakat dan terciptanya daya saing yang tinggi dibidang ekonomi, maka dilakukan strategi dan implementasi melalui 6 ( enam) pilar pembangunan berkelanjutan kabupaten Bojonegoro  yaitu :

Pertanian  dalam mewujudkan kedaulatan pangan, dengan meningkatkan produk pokok pertanian seperti padi, jagung, kedele, kacang ijo , pengembangan produk buah-buahan seperti jambu merah, belimbing  dll Yang diharapkan juga menghasilkan produk ikutan (pendukung)  seperti terkait pengemasan maka akan timbul produsen bahan pengkemas seperti plastik dll

  • Migas sebagai salah satu daerah dengan produksi migas yang dikenal sebagai blok cepu, maka akan dapat sebagai pemasok energi nasional juga penghasil gas yang sangat dibutuhkan oleh industri maupun rumah tangga. Juga akan dihasilkan produk pendukung seperti pupuk dll
  •  Industri kesehatan salah satu yang bisa  dikembangkan di Bojonegoro, terutama kaitannya dengan pelaksanakan operasi minimal invasive, dimana tenaga ahlinya ada yang telah kita miliki seperti atroscopy bak untuk sendi lutut maupun pada pergelangan tangan, juga meminimalisir pembedahan pada operasi katarak, kemudian minimal invasive pada saluran kemih dll . Bagi yang sedang mendapatkan pelayanan kesehatan maka dapat menikmati industri lainnya di Bojonegoro seperti industri belanja dan wisata
  • Industri pendidikan, juga bisa dikembangkan terutama juga didukung dengan transportasi rel ganda yang melewati Bojonegoro, sehingga yang akan belajar di Bojonegoro akan lebih mudah. Apapun jenis pendidikan di Bojonegoro bisa dikembangkan menjadi industri, terutama pendidikan yang bisanya diperoleh di kota besar seperti di Surabaya atau Semarang. Dengan perkembangan indsutri pendidikan maka akan juga memberikan pengaruh juga pada industri lainnya, seperti penyewaan rumah kos, industri belanja dll
  • Industri wisata, juga bisa menjadi salah satu industri andalan di Bojonegoro, dengan kemasan yang inovatif dan atraktif serta pemasaran yang memadai yang bisa menjangkau mancanegara. Potensi wisata yang bisa dikembangkan, seperti industri agrowisata petik Belimbing,  yang akan merangsang diferensiasinya seperti belimbing yang diolah menjadi selai, sirup dll yang akhirnya juga merangsang timbulnya industri kemasannya. Industri wisata lainnya seperti wana wisata di desa malingmati , juga wisata malam di kayangan api, wisata di makam tua di desa Soko Temayang, yang tentu akan merangsang industri transportasi wisata dll Juga tak kalah menariknya adalah daya tarik wisata studi banding kaitannya dengan pengelolaan pemerintahan yang menampilkan keunggulan inovasi dan transformasi yang tentu akan juga meningkatkan penyediaan makanan /kudapan bagi para tamu tersebut disini beberapa kudapan tradisional bisa dikenalkan seperti getuk, serabi dll
  • Industri jasa lainnya seperti : rokok, batik dll  yang akan berefek positif bagi penyediaan lapangan kerja termasuk juga kaitannya dengan pengemasan.
Baca :  Pelatihan Menjahit Pada TMMD Ke-95 Kodim 0813 Bojonegoro

Untuk menopang pertumbuhan ekonomi tersebut maka harus didukung oleh :

  1. Dalam mengembangkan ekonomi dengan tetap memperhatikan faktor lingkungan hidup. Untuk itu Kab. Bojonegoro mengembangkan paradigma green economi yang pada hakekatnya juga menjaga keamanan dan kelestarian lingkungan hidup sebagai bagian ekologi dan ekosistem ekonomi diwilayah kabupaten Bojonegoro, yang telah terkenal memiliki hutan tropis yang eksotis dengan kayu jatinya yang terus di jaga keberadaannya. Juga usaha-usaha yang dilakukan untuk menjaga hutan dari kegiatan pembakaran
  2. Salah satu modal utama dalam pembangunan, adalah kepercayaan yang tinggi dari masyarakat dan  sumber daya manusia yang berkualitas dan profesional.  Pemerintah Kab. Bojonegoro menyiapkan sumber daya manusia ( human capital/social capital ) yang dapat berperan dan produktif menjadi seorang entrepreneur, dalam proses pembangunan yang sedang kami laksanakan. Oleh karena itu pendidikan merupakan bagian yang sangat penting untuk mencetak sumber daya manusia yang handal baik yang bersifat vocasional maupun profesional. Dengan semangat “No one left behind” artinya tidak ada warga bojonegoro yang boleh tertinggal tanpa skill/ketrampilan maka pada Tahun 2015, Pemerintah Kab. Bojonegoro merencanakan 12.000 orang terlatih ketrampilan/ keahlian untuk semua warga. Selain itu pemkab juga mendukung pengembangan ketrampilan SDM bagi institusi pendidikan di Kab. Bojonegoro. Di satu sisi Pemkab juga mengupayakan  agar aparat pemerintah semakin profesional dan proaktif, bekerja cepat, tepat dan bermanfaat untuk rakyat. Kami percaya bahwa invetasi kabupaten Bojonegoro yang sebenarnya adalah terciptanya sumber daya manusia yang handal yang akan menjaga masa depan Bojonegoro dengan baik. Sumber daya manusia yang profesional dan berkualitas yang pada akhirnya menuju kondisi sejahtera. Kondisi tersebut terkait erat dengan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (HDI-Human Development Indeks) yang merupakan salah satu tolok ukur keberhasilan pembangunan daerah.
  3. Untuk mewujudkan upaya peningkatan ekonomi dan penyiapan sumber daya manusia yang handal maka diperlukan dasar penganggaran yang jelas. Di satu sisi, dengan usaha-usaha perekonomian yang baik dan didukung oleh sumber daya manusia yang tepat, maka kami menyakini akan tercipta kebijakan keuangan  (fiskal) yang tersedia cukup dan berkelanjutan (sustainabel) serta memiliki iklim investasi yang baik dan dipercaya oleh investor. Termasuk dengan menciptakan dana abadi yang sangat penting bagi rakyat Bojonegoro
  4. Tentunya hal tersebut juga harus didukung oleh tata kelola pemerintahan yang baik, profesional dan transparan (good governance). Dengan selalu berkomunikasi terbuka antar lembaga (stake holder) dan rakyat Bojonegoro. Dalam hal ini Birokrasi yang bersih, tingginya dukungan partisipasi masyarakat, dan penguatan sektor politik sangat diperlukan, yang tampak pada kebijakan-kebijakan yang dihasilkan, restrukturisasi yang tepat.
  5. Dari kesemua hal yang dilakukan diperlukan fondasi Semua  hal diatas juga harus didukung oleh tata kepemimpinan yang transformatif (transformatif leadership) yang menggerakkan seluruh elemen. Kepemimpinan transformatif dilakukan untuk memacu kreatifitas dan inovatif dengan memunculkan keberanian melawan rutinitas, melawan keajegan dan kemapanan namun tetap memiliki rasa empati yang tinggi kepada rakyat dan dilaksanakan sesuai aturan yang berlaku.
Baca :  Menbuat Sampah Bernilai Ekonomi

Ekonomi produktif menjadi kunci bagi pengembangan Kab. Bojonegoro dalam rangka mencapai visi Bojonegoro untuk mewujudkan wong Jonegoro yang sehat, produktif dan bahagia berkelanjutan. (Oleh :Bupati Bojonegoro  Suyoto disarikan oleh Rahmat Junaidi Kabid Sosbud Bappeda Bojonegoro)

sumber : bojonegoro.kab.go.id