Dua Orang Pelajar Di Amankan Polisi, Setelah Mencoba Merampas Hp

0

Bojonegoro.tb.com-Dua orang pemuda yang masih berstatus pelajar digelandang ke kantor polisi. Keduanya ditangkap setelah mencoba merampas handphone (HP) milik tiga orang pelajar di atas kendaraan roda empat yang mereka tumpangi, Jumat (19/02) dini hari sekira pukul 00.00 WIB.

Kedua pemuda itu berinisial AKR (18), seorang pelajar SMA di Bojonegoro, dan MAK (16), seorang pelajar SMP. Keduanya diserahkan warga ke Polsek Kalitidu setelah melakukan ancaman untuk merampas handphone milik JS (18), TWP (17), dan MDB (17), pelajar salah satu SMK di Ngasem.

Kejadian bermula ketika ketiga pelajar, JS, TWP dan MDB menumpang sebuah mobil pikap yang berhenti di perempatan lampu merah Pos Krempyeng, Jalan Gajah Mada, Kota Bojonegoro. Ketiganya hendak pulang ke rumahnya, arah Kecamatan Kalitidu dan Ngasem.

“Pada saat naik pikap itulah, ketiganya disusul oleh kedua pelaku. Pada saat berada di atas kendaraan yang sama di bak belakang, kedua pelaku melakukan aksinya,” terang AKP Dumas Barutu, Kapolsek Kalitidu.

Kepada korban, kedua pelaku mengaku hendak pergi ke Kecamatan Padangan. Sesampainya di lokasi, turut wilayah Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, pelaku AKR (18), melakukan pengancaman kepada salah satu korban menggunakan pisau lipat.

“Pelaku menempelkan pisau lipat ke arah perut korban JS sambil mengatakan nyawa atau serahkan HP. Namun korban melakukan perlawanan, sedangkan dua rekan korban lainnya menyuruh sopir pikap berhenti,” ujar AKP Dumas Barutu.

Setelah kendaraan berhenti, pelaku melompat dari atas mobil dan melarikan diri. Kemudian korban berteriak dan dibantu warga sekitar mengejar kedua pelaku.Selang beberapa menit, keduanya berhasil ditangkap warga. Sebelumnya, pelaku MAK, sempat dihajar warga. Kemudian diselamatkan dan dibawa oleh warga yang lain ke Mapolsek Kalitidu.

Baca :  Pelaku Pencuri Seekor Sapi Milik Warga Soko Diamankan Polsek Trucuk

“Saat ini kedua pelaku dan barang bukti pisau lipatnya sudah diamankan di Mapolsek Kalitidu. Pelaku akan menjalani pemeriksaan dengan dihadirkan juga orangtua masing-masing,” kata AKP Dumas.

Selain mendatangkan orangtua, lanjut Dumas, pihaknya juga akan memanggil kepala sekolah dan kepala desa. “Karena pelaku masih dibawah umur,” pungkasnya.(Red)