Kota Tua, Padangan Bakal Menjadi Kawasan “Cepaka

0

ARTIKEL20160226111232am-640x386

Sebagai daerah perbatasan Jawa Timur dengan Jawa Tengah, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, mimiliki peluang besar untuk menggerakkan perekonomian di wilayah setempat. Terlebih dengan adanya sejumlah fasilitas pendukung yang saat ini telah dibangun di antaranya rumah sakit tingkat enam dengan kelengkapan peralatan medis dan Jembatan Padangan Padangan – Kasiman yang membentang di atas Sungai Bengawan Solo.

Fasilitas tersebut menjadi potensi yang dipastikan dapat menggerakkan roda ekonomi di wilayah Padangan. Karena dengan adanya fasilitas itu akan menumbuhkan multi plier effect (efek berantai) bagi masyarakat sekitar.

Pembangunan rumah sakit, misalnya, dapat menjadi rujukan bagia warga di bagian barat Bojonegoro, bahkan wilayah Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Kemudian, jembatan Padangan – Kasiman, menjadi sarana transportasi yang efektif bagi masyarakat di wilayah selatan maupun utara Bengawan Solo.

“Karena itu perlu adanya dokumen khusus perencanaan pembangunan kawasan perbatasan. Itu sudah saya usulkan saat rapat evaluasi hari Jumát kemarin,” kata Camat Padangan, Farid Naqib saat ditemui di ruang kerjanya kemarin.

Dia menjelaskan, dengan adanya dokumen khusus perencanaan pembangunan di kawasan perbatasan ini akan lebih memperjelas arah pembangunan di wilayah Padangan dan wilayah-wilayah perbatasan di Bojonegoro. Dengan begitu potensi-potensi yang ada di wilayah Padangan dapat tergarap maksimal sehingga dapat menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

“Harapan saya kedepan di Padangan ada kawasan CEPAKA atau Cepu – Padangan – Kasiman. Karena tiga wilayah ini saling berkaitan,” kata mantan Kepala Bagian Penanaman Modal Pemkab Bojonegoro itu.

Farid mencontohkan, seperti ketika masyarakat di wilayah barat ingin berobat bisa datang ke rumah sakit padangan. Kemudian jika ingin membeli souvenir bisa datang ke Desa Batokan, Kecamatan Kasiman, dan bila menginginkan jasa perhotelan bisa ke Cepu karena lokasi lebih dekat.

Baca :  Polres Bojonegoro, Gelar Pasar Murah 16-18 juni 2017

Menurut Farid, wilayah Padangan merupakan “Kota Tua” sebagai tempat transit. Dimana wilayah ini banyak disinggahi warga dari Jawa Tengah yang akan pergi ke Jawa Timur. Pun sebalikanya warga dari kabupaten lain di Jawa Timur yang akan ke Jawa Tengah, seperti Lamongan, Gresik, Surabaya, Ngawi dan Madiun. Karena itu, dengan kondisi tersebut sangat tepat untuk menjual potensi-potensi yang ada di wilayah Padangan kepada masyarakat yang sedang transit maupun melewati wilayah ini.

Tidak hanya itu, untuk menggeliatkan perekonomian masyarakat di wilayah Padangan, pihaknya berharap adanya dukungan pembangunan obyek wisata dan Mall di wilayah Padangan. Tujuannya agar pembangunan ekonomi tidak hanya bersentra di pusat kota, melainkan perputaran uang bisa merata sampai tingkat kecamatan bahkan pelosok desa sehingga memberikan efek berantai bagi masyarakat pedesaan.

“Impian saya, apa yang tidak ada di Cepu, ada di Padangan. Sehingga wilayah ini bisa menjadi magnet bagi masyarakat di dalam maupun daerah perbatasan,” pungkas Farid. (bojonegorokab.go.id)