Warga Menolak Pendirian 2 Masjid Di Nunuk

141
0

Bojonegoro.tb.com.Polres Bojonegoro disiaga untuk pengamanan mediasi di Kantor Balai Desa Sugiwaras Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro kemarin malam kamis 04/08 terkait gugatan antara Kepala Desa dan pihak LDII yang ada di Desa Sugiwaras yang tergugat Kepala Desa selaku surat penanggung jawab surat larangan medirikan Masjid di layagkan ke PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara).

Gugatan ini di lakukan oleh pihak LDII karena saat pihak LDII Dusun Nunuk Desa Sugiwaras mau mendirikan masjid tidak di izinkan oleh pihak Desa untuk mendirikan masjid di Desa setempat dan akhirnya dari pihak LDII menggugat keputusan Desa ke PTUN Surabaya.05.08/2016.

Adanya surat gugagatan dari pihak LDII Ke PTUN Surabaya dan Kepala Desa di panggil oleh PTUN selaku terguggat tertanggal 9 Agustus 2016 besok,Warga mengira permasalahan ini sudah selesai tidak sampai ke PTUN dengan pihak LDII akhirnya seluruh masyarakat Desa Sugiwaras marah mengetahui itu dan hari kamis tanggal 4 agustus di lakukan proses mediasi antara pihak pengugat dan tergugat oleh pihak kepolisan Polres Bojonegoro untuk mengantisipasi kemarahan warga demi terciptanya suasana kondusif.

Dalam mediasi ini di hadiri langsung oleh Polres Bojonegoro beserta Wakapolres juga beserta jajaranya,hadir pula MUI Bojonegoro,Camat Kepohbaru Drs Gunardi juga dengan pihak tergugat (Kepala Desa) dan pengugat Mat Kasiyan,dalam mediasi ini dijaga satuan keamanan Tiga Dalmas dari Polres Bojonegoro dan Sabara OPS di siagakan di Kantor Balai Desa juga di Masjid Desa,proses mediasi ini untuk mengantisipasi marahnya masyarakat yang tidak di ingginkan setelah pihak Mat Kasiyan selaku penggugat dari pihak LDII menggugat Kepala Desa.

Kepala Desa memutuskan keputusan atas tidak di ijikanya LDII mendirikan masjid lagi karena kesepatan masyarakat banyak bukan secara pribadi tapi selaku penangung jawab setabilitas keamana masyarakat biar tidak muncul gejolak perpecahan umat karena sudah ada masjid di Desanya.ungkap kepala desa dalam forum mediasi di balai Desa.

Baca :  Dua Pengendara Di Balen Terlibat Tabrakan

Kapolres Bojonegoro langsung meninjau mushola yang dijadikan masjid LDII yang berada di Dusun Nunuk Desa Sugiwaras dalam proses nediasi.selang beberapa jam proses mediasi antara kepala Desa beserta warga dan LDII Dusun nunuk di alihkan di Masjid Desa Sugiwaras sambil Sholat Maggrib berjamah.

Mediasi lalu di lanjutkan dan sempat berjalan alot dengan di saksikan seluruh warga Nunuk yang di undang dalam proses medisi terse ut.

Akhirnya Mat Kasyian selaku penuntut mencabut tuntutan terhadap kepala Desa di PTUN dengan Surat pernyatan.

Dalam isi surat pernyatan krsepakatan antara warga dan Mat Kasyian tercantum.Gugatan di PTUN di cabut dan tidak boleh mendirikan masjid,boleh digunakan beribadah fungsi Mushola tidak boleh di gunakan sholat id dan sholat jumatan karena sudah ada masjid Desa,disaksikan oleh Polres Bojonegoro dan sebagai saksi surat pernyatan tercantum Kepala Desa,perangkat,Camat dan Polsek Kepohbaru bertanda tanggan Mat Kasyian bermatrai.

Adanya surat kesepakatan ini warga merasa lega karena dapat mengantisipasi hal hal yang tidak di inginkan dan masyarakat bisa hidup berdampigan,ujar warga yang tidak mau disebut.***(Munir-Eko)