Ahirnya Ketujuh Santri Yang Hilang Dapat Di Temukan,

141
0

16-10-09-23-02-42-368_deco-640x425

Lamongan,tb.com -Ketujuh korban santri Pondok Pesantren Langitan yang menjadi korban tenggelamnya perahu motor disungai Bengawan Solo, Ahirnya berhasil ditemukan semua oleh Tim SAR.

Setelah melakukan pencarian sejak Jumat kemarin, akhirnya Tim SAR gabungan berhasil menemukan, Ketujuh santri Pondok Pesantren Langitan yang hilang akibat peristiwa terbaliknya perahu getek, pada jum’at pagi di sungai bengawan solo,di Kelurahan Babat, Kecamatan Babat, Lamongan.

Korban terakhir berhasil ditemukan pada 9/10, jam 03.30 sebelum subuh pagi bernama Mohamad Arif  Mabruri (18) warga Desa Ngampal Kecamatan Sumberojo Bojonegoro.

Korban ditemukan oleh Tim SAR, tak jauh dari lokasi kejadian kira – kira sekitar 200 meter dari lokasi kejadian, tergulingnya perahu.

Dengan ditemukannya Mohamad Arif Mabruri, warga Desa Ngampal Kecamatan Sumberojo Kabupaten Bojonegoro ini. Sesuai data yang ada di Pos BPBD sudah lengkap. karena sebelumnya data yang ada di posko tujuh orang santri yang hilang.

Joko Ludiono, petugas BPBD, mengatakan saat ini sudah lengkap, tujuh korban sudah dapat ditemukan semua oleh Tim SAR. Dari data yang ada korban yang hilang ada tujuh anak, dan dari hasil penemuan dari Tim SAR sendiri sudah sesuai dengan jumlah korban.

Dengan begitu, jumlah data santri yang hilang sudah sesuai dengan data yang ada di posko Pondok Pesantren Langitan. Ketujuh santri yang hilang itu adalah
Abdul Umar, warga Desa Bedilan Kecamatan Bedilan Gresik,

Mohamad Afiq Fadlil warga Desa Bulak Paren Kecamatan Bulakamba Brebes Jawa Tengah, Mohamad Barikly Amri warga Desa Leran Kecamatan Manyar Gresik,
Muhsin warga Pacarkeling Kecamatan Tambak Sari Surabaya, Rizky Nur Habib warga Desa Cinta Rakyat Kecamatan Perut Seituan Kabupaten Deli Serdang Medan Sumtara Utara,
Lujaini Dani warga Desa Ganden Kecamatan Manyar Gresik dan yang terakhir kali ditemukan pagi tadi adalah Mohamad Arif Mabruri warga Desa Ngampal Kecamatan Sumberejo Bojonegoro.

Baca :  Tiga Kali Mobil Terjebak di Bahu Jalan Bekas Galian PDAM