Pengemudi Perahu Yang Menewaskan 7 Santri, Ditetapkan Tersangka

126
0

photogrid_1477032448534_1-640x431

Lamongan,tb.com-Seperti diketahui warga Desa Banaran Kecamatan Babat Lamongan, Jum’at (7/10/2016) kemarin digegerkan dengan tenggelamnya perahu yang memuat 25 santri Pondok Pesantren Langitan Tuban di Sungai Bengawan Solo yang melintas di Desa Banaran.

Akibat kejadian tersebut sebanyak 7 santri hilang, sedangkan 18 santri berhasil menyelamatan diri saat perahu tenggelam.

Markat (53) yang merupakan warga Desa Ngadirejo Kecamatan Widang Tuban tersebut
Ahirnya ditetapkan sebagai tersangka,oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Lamongan.
dia harus bertanggung jawab dalam peristiwa tergulingnya perahu itu yang menewaskan 7 korban itu.

“Setelah dilakukan pemeriksaan saksi–saksi dan barang bukti, akhirnya Markat kita tetapkan sebagai tersangka dalam kasus tenggelamnya perahu yang menewaskan 7 korban jiwa tersebut” kata Waka Polres Kompol Arief Mukti Surya Adhi Sabhara SIK, Rabu (19/10/2016).

Menurut Mukti, Markat dijerat pasal 359 KUHP junto Undang–undang nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran dengan ancaman 5 tahun kurungan penjara.

“Dari pemeriksaan saksi dan barang bukti, pengemudi perahu diduga lalai terhadap jumlah penumpang yang over load serta tidak menyiapkan alat kelengkapan penyelamatan penumpang” ungkap Mukti.

Meski berstatus tersangka, Markat tidak sertamerta dilakukan penahanan karena tersangka dianggap kooperatif saat pemeriksaan dalam proses penyidikan yang dilakukan petugas Satuan Reserse Kriminal Polres Lamongan.

Selain itu pertimbangan tidak dilakukan penahanan terhadap tersangka adalah usia tersangka yang sudah tua, 53 tahun, sehingga penyidik hanya wajib lapor atau pemanggilan dibutuhkan penyidik dalam tindak lanjut proses hukum.

Perahu tersangka tidak standar, tanpa ada kelengkapan, seperti pelampung dan juga penumpangnya lebih dari kapasitas semestinya.(tb)

Baca :  Awal Tahun Oprasi Besar Besaran Cipta Kondisi