Puisi Awal Bulan(Hujan Bulan Januari)

Masih adakah hujan di bulan ini
Sedang kembang api kau nyalakan dini hari
Dan harapan terbang melintang entah dimana kau semayamkan
Kuburan?
Kubangan?
Atau kau simpan diam-diam?

Buang saja harapmu di sudut waktu
Tulis surat serat niat yang paling hening
Lalu nyalakan lentera di antara rerintihan rinai
Yang sering singgah di samudera jiwa
Lantunkan nyanyian sunyi untuk diri
Biar kau tahu jawaban apa
Untuk hujan bulan januari

Masih adakah hujan bulan ini?
Untuk dirimu sendiri?

Rengel, Januari 2017

Filosofi tahun lalu

Satu tahun lamanya
Lingkaran masa kita bersua
Tawa, tangis dan air mata
Di antara banjir takdir yang paling getir terus mengeja
Harapan, impian dan prakasa menjadi sarapan sebelum senja

Selalu kembali dari hati ke hati
Tak kenal luka
Tak kenal duka
Hanya air tawar yang kau teguk mengganjal dahaga
Tuhan masih mendua
Kita terus meminta
Apa saja
Jus?
Kopi?
Bahkan saat segudang upeti?

Sungguh perjalanan nan jauh
Dekat
Lalu terjatuh

Lembah waktu saat itu
Menulis jejak bercak yang serak
Sebelum kembali menyesal di tahun sesudahnya

Kita masih berjalan menuju negeri awan
Hinggap singgah menyanyikan sahutan lafadh Tuhan
Penyesalan bukan cerita di akhir pertemuan
Namun,
Tantangan adalah rumah abadi menuju kebijaksanaan

Rengel, Januari 2017

Kembang api

Mencari keramaian adalah hal tersulit menanggalkan kesunyian
Sebab masih saja hening dan sepi: teman sejati

Malam musim pergantian adalah jawaban paling suci
Mencari kembang api
Di letupannya yang mekar
Serupa kembang kenangan musim hujan
Suara ledakan yang menghembus napas panjang
Sebelum napas lain datang bergantian
Nyanyian sambutan tahun baru datang
Melupakan tahun lalu yang masih suram
Bagai kubangan kolam ikan

Baca :  Tidak Ada Istilah, Becking - Membecking, Wartawan Trans Bojonegoro

Jangan salahkan kembang api sepagi ini
Jangan lupakan kisah yang masih kau rawat seperti bayi
Jangan menulis puisi untuk diri sendiri

Sambutlah kembang api tahun ini
Serupa kekasihmu yang lama pergi
Dekap dan datangi permintaannya
Yang masih kau simpan dalam peti mati

Rengel, Januari 2016

(Nastain Achmad )

Nastain Achmad adalah Mahasiswa aktif program studi pendidikan bahasa dan sastra Indonesia IKIP PGRI Bojonegoro. Lahir di Tuban, 19 April. Beberapa karyanya pernah dipublikasikan di media cetak dan online. Diantaranya: Radar Bojonegoro, Radar Mojokerto, Radar Surabaya, Duta Masyarakat,Buletin Jejak, nusantaranews.com, riaurealita.com dan yang lainnya. Memiliki puluhan antologi bersama, salah satunya Lentera Sastra 2 (Antologi Asia Tenggara, 2015), Ije Jela (Antologi Tifa Nusantara 3, Marabahan, Kalimantan 2016) dan Antologi MAKTA 2016. Bisa dihubungi di facebook Nasta’in Achmad atau IG: nastainachmad.