Kuswiyanto Ajak Kepala BNPB Perhatikan Wilayah Bencana Bojonegoro

147
0
Kuswiyanto Kepala BNPB dalam kunjunganya di Wilayah rawan Bencana

Bojonegoro,tb.com – Bojonegoro merupakan daerah rawan bencana, kekeringan di musim kemarau dan banjir di musim penghujan. Di beberapa wilayah Kecamatan berbeda jenis bencananya, misal Sekar yang rawan longsor, Ngasem rawan kekeringan dan puting beliung dan daerah bantaran Bengawan Solo yang rawan bencana banjir.

Karena kondisi berbagai macam bencana ini, Komisi VIII DPR RI Daerah Pemilihan IX Bojonegoro Tuban Kuswiyanto yang menjadi mitra Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) mengajak Williem Rapangelei, Kepala BNPB untuk melihat dari dekat kondisi masyarakat Bojonegoro pada wilayah rawan bencana.

Kunjungan kerja BNPB ini dimulai dari wilayah rawan bencana kekeringan di Desa Trenggulunan, Kecamatan Ngasem.

Kang Yoto, sebutan akrab Bupati
Bojonegoro menyampaikan terimkasih kepada BNPB yang ingin tahu langsung daerah rawan bencana Bojonegoro.

“Terimakasih atas kerja keras semua pihak untuk menbawa Bojonegoro mentas dari bencana, terus berharmonisasi dengan bencana sehingga bencana mampu diminimalisir bahkan menjadi barokah, ” terang Bupati dua periode ini.

Sementara
Wiliam Rapangelei menyampaikan Bojonegoro adalah best practise penanggulangan bencana.

“Kemiskinan adalah sumber bencana, sementara Bojonegoro hari makin sejahtera, otomatis bencanapun semakin terkurangi,” jelas Jendral ini.

“Kemitraan pemerintah, masyarakat dan dunia usaha untuk meningkatkan kesejahteraan secara langsung mampu mengurangi bencana,” tandasnya.

Adapun Kuswiyanto yang konsen dibidang kebencanaan ini telah berusaha menyampaikan aspirasi masyarakat Bojonegoro dalam kebutuhan mitigasi bencana.

“Kita mendapatkan alokasi Rehabilitasi dan rekonstruksi dari BNPB hingga 10 M untuk wilayah rawan bencana di Bojonegoro.

“Ada beberapa wilayah yang mendapatkan alokasi bantuan ini, mulai Ngasem, Balen, Kanor dan Kedungadem yang fokus untuk infrastruktur,” terang Kang Kus, sapaan akrabnya.

Yang menjadi sangat menarik adalah Rencana Induk Penanganan Bencana Nasional yang akan diterapkan mulai tahun depan.

Baca :  Tidak Ada Istilah, Becking - Membecking, Wartawan Trans Bojonegoro

“Blueprint bencana banjir Bengawan Solo mulai digarap, sehingga peran pusat, provinsi dan masing-masing kabupaten akan sangat jelas untuk mengurangi bencana banjir tahunan bantaran Bengawan Solo,” tandasnya.

Setelah mengunjungi Kecamatan Ngasem kunjungan dilanjutkan ke Desa Pilanggede, Kecamatan Balen, Kanor dan Kedungprimpen Kecamatan Kanor.

Dimana rata-rata wilayah ini rawan bencana banjir dengan kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi tanggul bengawan.(Red).