Dinas Perternakan dan Perikanan,Satu Ton Ikan Lele Perhari Dihasilkan di Desa Karangdayu

193
0

Bojonegoro,tb.com – Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro mengelar pelatihan mengolah ikan lele menjadi makanan yang bernilai tinggi dan ini dalam rangka diversifikasi olahan dari bahan ikan karena salah satu solusi meningkatkan kesejahtran pelaku usaha perikanan di wilayah Bojonegoro.

Dalam pelatihan ini Dinas Peternakan dan Perikanan memberi pelatihan pada pelaku usaha yang ada di 4 Kecamatan,Kecamatan Baureno,Kepohbaru,Sumberrjo dan Kecamatan Kanor.Selasa 27.02/2018.

Kegiatan ini ditempatkan di Desa Karangdayu Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur di Pendopo Balai Desa setempat dengan mengundang 50 pelaku usaha ikan di 4 Kecamatan tersebut untuk di beri pelatihan cara mengolah ikan lele menjadi makanan krispi dan abon.

Desa Karangdayu di pilih sebagai tempat pelatihan pembuatan abon dan krispi karena Desa Karangdayu sentral penyuplai produk ikan olahan maupun budidaya terbesar di Kabupaten Bojonegoro.

Kepala Desa Karangdayu: “Adanya kegiatan pelatihan yang di lakukan oleh Dinas Perternakan dan Perikanan di Desa saya untuk pelaku usaha ikan,Saya sangat teriamakasih karena selain dapat pengalaman juga menambah wawasan dalam mengolah ikan lele di luar cara pengasapan,seperti hari ini membuat ikan lele jadi abon dan krispi.” Ungkap Agus Romadhon.

Kapala Dinas Perternakan dan Perikanan Bojonegoro:”Karangdayu ini adalah sentral dari budidaya ikan maupun pengolahan ikan lele asap mencapai perharinya 1 Ton,maka kami memilih Desa Karangdayu untuk tempat pelatihan pengolahan ikan lele menjadi Abon dan krispi.” Tutur Ardiyono P.

“Tingkat kosumsi ikan di Bojonegoro semakin meningkat dari Tahun ke Tahun,mulai tahun 2016,17,6 kilo gram perkapita pertahun,tahun 2017,19,3 kilo gram perkapita pertahun dan awal Tahun 2018 ini menjadi 24,3 kilo gram perkapita pertahun,otomatis ini di tunjang ekonomi masyarakat yang mampu membeli ikan dan juga mulai gemar makan ikan di Kabupaten Bojonegoro.” Imbuhnya. ***(Munir – Eko)

Baca :  HUKUM PENODAAN DAN PENISTAAN AGAMA HARUS TETAP ADA, TIDAK PERLU DIHAPUSKAN