Hati – hati Jika Becanda, Berikut Tiga Hal Yang dilarang Dalam Bercanda


Hati hati saat becanda karena ada Tiga hal yang dilarang dalam becanda,
Dalam kitab fiqih Fathul Mu’in karya Syeikh Zainuddin Abdul Aziz al-Malibari al-Fanani,dijelaskan bahwa jika pengucapan bercanda dalam tiga hal
di pengucapan dalam keadaan serius, maka hukumnya tetap sah meskipun hanya sekedar bercanda saja.

Yang pertama adalah masalah nikah yang dijadikan sebuah bahan candaan, misalnya saja seorang lelaki yang punya anak perempuan bercanda dengan temannya dengan berkata “Aku nikahkan engkau dengan anakku …” dan temannya pun dengan bercanda menjawab “Aku terima …” Sedangkan di tempat itu ada saksi yang menyaksikannya, maka bercandanya itu sudah dijatuhi sah karena sudah memenuhi lima syarat pernikahan, yaitu mempelai pria dan wanita, wali, saksi dan ijab kabul. Dikutip dari channel YouTube Pak Ustadz, telah dijelaskan oleh Ustaz Adi Hidayat bahwasanya kita dilarang keras untuk bercanda dalam hal pernikahan karena hal itu adalah sesuatu yang penting dalam agama.

Yang kedua adalah masalah cerai sebagai candaan dari seorang suami kepada istrinya yang terkadang tidak disadari. Dikutip dari channel YouTube Al-Bahjah TV, Buya Yahya menjelaskan bahwasanya candaan cerai dari suami jika memenuhi syarat maka jatuhnya sah. Misalnya saja seorang suami yang sedang mencandai istrinya dengan berkata ”Duh kamu tambah gemuk saja, aku ceraikan kamu dan mau mencari yang lainnya.” Meski hanya bercanda saja, namun kata cerai tersebut sudah dihitung sah dan harus dipertanggungjawabkan.

Masalah tentang bercanda dalam sebuah perceraian adalah hal yang sangat berbahaya dan harus dihindari. Apalagi di zaman sekarang banyak sekali pasangan yang suka mendramatisir keadaan, hanya karena masalah sepele suami spontan mengucapkan kalimat cerai. Terkadang istri yang tidak puas dengan suaminya juga tak merasa berat untuk meminta cerai kepada suaminya, meski hal itu diucapkan dalam keadaan marah. Berhati-hatilah dengan kata cerai, jangan sekali-kali kalian gunakan untuk bercanda.

Baca :  Gus Ipul Hadiri Peringatan Maulid Nabi

Perkara terakhir yang bercandanya jadi serius adalah kata rujuk, misalnya saja seorang suami yang sedang mentalak istrinya namun kemudian mengatakan ”Aku merujukmu” hanya sebagai candaan dan tidak serius. Ternyata hal tersebut juga termasuk dalam hal yang serius dan diterima dalam hukum, artinya meski hanya bercanda saja, namun ternyata suami itu memang sudah sah merujuk istrinya.

Untuk itulah, kita harus berhati-hati dalam bercanda, jangan sampai hanya demi sebuah candaan saja kita harus berbuat dosa dan melewati batas. Apalagi jika kita bercanda dengan tiga hal yang jadi serius, yaitu masalah nikah, masalah cerai, dan masalah rujuk. Meski hanya sebuah candaan saja, namun jika syaratnya terpenuhi, maka hukumnya sudah sah. Tetap menjaga diri meski hanya untuk bercanda, ada baiknya kita memilih untuk diam jika kita tidak mengetahui apa yang akan kita katakan dalam sebuah candan. Wallahu a’lam bishawab.(Red)

Direkomendasikan untukmu