Diduga Penjaringan BPD Tidak Transparan, Di Protes Warga

306
0

Reporter: Bambang Sudiono

Bojonegoro – Diduga proses penjaringan BPD di Dusun Ngetuk RT 20 RW 03 Desa Kedungbondo,Kecamatan Balen,Kabupaten Bojonegoro kurang transparan oleh seorang warga yang mengatasnamakan perwakilan dari warga sekitar dengan cara memprotes untuk di laksanakan pemilihan ulang BPD di RT tersebut,dengan mendatangi Kepala Desa dan panitia.

Mujidin seorang warga Dusun Ngetuk menuturkan bahwa penjaringan BPD di Desa Kedongbondo yang ada di wilayah RT 20 dan RT 21 Dusun Ngetuk tersebut di duga kurang transparan, pasalnya sehari sebelum penjaringan BPD, dari proses pengumuman,hanya selang 1 hari dari pemilihan BPD.

“Pada Kamis malam,21 Febuari 2019 saat ada acara pengajian rutinan di RT setempat,baru menyampaikan bahwa ada penjaringan BPD wilayah RT 20 dan RT 21.Tapi pada,Jumat malam,22 Febuari 2019 calon sudah ada yang terpilih”,tutur Mujidin.

“Waktu pemilihan BPD tersebut juga hanya di hadiri beberapa warga dan banyak yang tidak di undang dan tidak tahu.Tiba-tiba sudah ada calon yang ditetapkan terpilih menjadi BPD.Warga tidak mengetahui ada calon,koq tiba-tiba sudah jadi.Saya bersama warga menghendaki pemilihan ulang BPD khusus wilayah RT 20 RW 3 Dusun Ngetuk,Desa Kedungbondo ini”,jelasnya.

“Saya tadi pagi,23/02/2019 mendatangi Kepala Desa dan panitia mempertanyakan mekanisme pemilihan BPD di Dusun saya tersebut.Kenapa tiba-tiba ada calon langsung jadi tanpa ada pengumuman yang di dengar oleh warga,berapa calon yang akan dipilih.Tapi koq sudah ada yang jadi.Ini ada dugaan kurang transparan pada warga dalam pemilihan BPD di Dusun Ngetuk RT 21.Dan saya mewakili masyarakat setempat mempertanyakan itu,apa bila secara musyawarah pemilihaya paling tidak masyarakat setempat tahu calon BPD nya yang akan dipilih”,ujarnya.

Adanya dugaan kurang transparan pemilihan BPD di Desa Kedungbondo Kecamatan Balen oleh seorang warga tersebut.Kepala Desa setempat waktu di kediamanya mengatakan, “Memang tadi pagi ada seorang yang protes kerumah Saya tapi sudah saya suruh menghadap ke panitia,biar jelas.Menurut saya semua sudah berdasarkan musyawarah Musdes dan di bentuk panitia,lalu panitia membentuk panitia perwakilan wilayah di tingkat RT/RW.Dan itu pemilihan sudah sesuai musyawarah”,tutur Kades Ridwan.

Baca :  Bupati Beserta Kapolres dan Dandim, Cek TPS - TPS di Wilayah Terjauh di Bojonegoro

“Calon tidak kita undang waktu pemilihan karena kita memilih berdasarkan musyawarah bukan pilihan.Dan saat itu sudah di hadiri para tokoh masyarakat di RT 20 dan 21 dan akhirnya SR lah yang di pilih sesuai musyawarah” Imbuhnya.

Sekdes Kedungbondo juga senada,”Itu sudah sesuai mekanisme yang ada dan kami melakukan pemilihan BPD mengunakan cara musyawarah bukan pilihan langsung.Waktu musyawarah tersebut di hadiri oleh 10 peserta musyawarah dari perwakilan tokoh masyarakat.Dan saya juga hadir selaku perwakilan dari Desa dalam menghadiri sidang musyawarah pemilihan BPD tersebut”,Ungkapnya. ***(Eko/Bam/Red)