Ir.Maskur,MM. Berternak Adalah Belajar Tentang Kesabaran

0

Ir.Maskur,MM nama yang sudah familier di dunia Peternakan di wilayah Jawa Timur,tentang keberasilan membina peternak-peternak di Jawa Timur.Namanya sudah tidak asing lagi di telinga para juragan ternak.

Peternak Wahyu Utama di Kabupaten Tuban termasuk binaanya saat itu dalam berternak sapi potong yang awalnya hanya memiliki beberapa ekor ternak akhirnya bisa berkembang pesat,mulai budidaya penggemukan sapi,rumah potong hewan,jual daging, produk olahan,rumah makan, pakan ternak,sampai pupuk organik.

Ir.Maskur,MM ini berkecimpung di dunia peternakan sudah berbagai posisi.

Pernah menjabat Kepala Dinas Peternakan Jawa Timur,pada 2011.

Ketua Asosiasi Kepala Dinas Peternakan Provinsi seluruh Indonesia 2015.

Ketua Tim profesional pendampingan teknis bidang peternakan 2018.

Ketua Ikatan Sarjana peternakan Indonesia (ISPI) Provinsi Jawa Timur 2018.

Berbagai posisi di dunia peternakan ia tempati demi memajukan peternak-peternak agar lebih maju dan berkembang pesat.Segala upaya selalu di komunikasikan setiap ada kendala maupun liku-liku saat peternak dalam berternak.

Mulai sistem pembelian bibit,perawatan,makanan,kandang,juga kesehatan hewan,perlu di pelajari dan dipahami di dunia ternak untuk para peternak pemula,perorangan,maupun kelompok.Demi peternak lebih berkembang dan maju dalam berternak.

Kang Maskur panggilan Pria yang bernama lengkap Ir.Maskur,MM ini menceritakan tentang dunia ternak dan pengalamanya di peternakan,”Tidak ada gunanya bila segudang pengalaman maupun ilmu bila tidak di berikan pada yang membutuhkan”,tuturnya.

“Beternak itu penting dalam arti tentang komuditas daging pertahun di Indonesia terus meningkat permintaanya.Dan peternak harus siap menghadapi itu dengan cara berternak untuk mencukupi permintaan pasar dalam Negeri supaya tidak ada alasan untuk impor daging.Para peternak tidak boleh rugi.Saat berternak harus dengan pola yang benar dan sabar,supaya tidak gulung tikar”

Masih kata Ir.Maskur,MM.”Beternak adalah belajar tentang kesabaran.Tidak bisa mempelajari seekor hewan ternak dalam satu dua hari” imbuhnya.***(Eko/Red)