Desa Baureno di Festival Hadrah Menampilkan Prodak Unggulan Bonsai Pohon Stigi

350
0

Bojonegoro – Paguyupan Tunggak Semi,paguyupan yang mengelola tanaman,pembibitan,perawatan dan penjualan dalam bentuk tanaman Bonsai Desa Baureno,Kecamatan Baureno,Kabupaten Bojonegoro ikut memeriahkan festival hadrah di Kecamatan Baureno yang berada di lapangan depan Kecamatan Baureno selama 3 hari,mulai tanggal 27 sampai 29 Mei 2019.

Tampilnya paguyupan Tunggak Semi dalam ikut meramaikan festival hadrah yang di gelar oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro tersebut bagian dari program festival hadrah untuk tiap-tiap Desa untuk menampilkan produk maupun karya unggulan Desa selain festival hadrah yang di gelar.

Paguyupan Tunggak Semi mewakili Desa Baureno dalam menampilkan prodok maupun karya dalam bentuk tanaman Bonsai di festival tersebut.

Beraneka ragam jenis Bonsai yang di pajang di Stand milik Desa Baureno di festival tersebut untuk memperlihatkan karya keindahan maupun keunikan tanaman Bonsai produk unggulan Desa Baureno.Tanaman Bonsai tersebut juga di jual untuk umum.

Hanya beberapa jenis Bonsai yang di pajang di Stand fistival,namun ada Bonsai yang menarik perhatian bagi pencinta Bonsai yang di miliki oleh paguyupan Tunggak Semi Desa Baureno termasuk Bonsai dari pohon Stigi.Pohon Stigi dari berbagai mitos banyak manfaatnya,termasuk kayunya.Mungkin masih sedikit masyarakat yang mengenal dan pernah mendengar istilah kayu stigi.

Kayu stigi merupakan jenis kayu yang bisa ditemui tumbuh pada pantai selatan Jawa. Jenis kayu ini merupakan jenis kayu yang katanya sudah hampir punah. Kayu stigi sendiri memiliki nama lain santiki, suntugi, mentigi, ataupun mantiggi.

Kayu stigi selain berada di Indonesia, kayu stigi ini juga dapat ditemui di pesisir Asia selatan dan Asia Tenggara, seperti singapura, Filipina, Thailand, Vietnam, Sri Lanka, dan juga pesisir Australia bagian utara, serta kepulauan Pasifik, seperti Mikronesia, Fuji, Guam, Kaledonia.Selain itu pohon stigi juga dapat ditemui di daerah Afrika Timur, seperti Maladewa dan Tanzania.

Baca :  Polres Bojonegoro Salurkan 1000 Paket Sembako Dalam Rangka Hari Bhayangkara

Namun Paguyupan Tunggak Semi bisa membuat Bonsai dari pohon Stigi dengan menggunakan media pot bunga yang di isi pasir Malang dan di campur dengan kotoran Kambing.Bonsai pohon Stigi tersebut sekarang berusia kisaran 12 tahun dengan tinggi Bonsai 40 Cm dan di bandrol Rp 3.500.000.

Menurut Qoirul penjaga Stand Bonsai di festival. “Sebenarnya mudah untuk menanam Bonsai dari kayu Stigi,namun butuh kesabaran dan perlu media yang sesuai dimana pohon Stigi tumbuh.Jangan gunakan tanah saat menanam tapi dengan pasir,pasir pun harus pasir Malang kami gunakan dan di campur dengan kotoran Kambing”,tuturnya.

Dari pantauan awak media ini Desa Baureno dalam stand festival Hadrah selain menampilkan prodak Bonsai juga di samping Stand Bonsai ada Stand jajanan khas Desa Baureno yang di pamerkan dan di jual.

Di sekitaran Stand terlihat Pemdes Baureno,Kepala Desa Sukarno beserta Perangkat Desa dan para panitia bersiap-siap buka bersama di sela-sela waktu kesibukan dengan memanfaatkan jam buka puasa,meski beralaskan tikar mereka terlihat akrab antara semua pengurus maupun Pemdes dengan menu yang sudah di sediakan panitia Desa Baureno saat buka puasa di moment Ramadhan di festival Hadrah 2019***

______________________________________
Reporter : Eko/Munir
Publiser : Eko Cahyono