Warga Pomahan Demo Lagi, Setelah Punya Foto Penutupan Pendaftaran

151
0

Bojonegoro-Puluhan masyarakat Desa Pomahan,Kecamatan Baureno,Kabupaten Bojonegoro datangi Balai Desa sambil bawa foto bukti penutupan pendaftaran Pilkades yang di lakukan oleh panitia di Desa Pomahan.Bentuk protes itu karena ada satu calon yang akan daftar dinyatakan telat mendaftar oleh panitia dengan alasan waktu sudah di tutup pukul 14.00 WIB.Sedangkan saat ini warga memiliki bukti berdasarkan foto bahwa panitia menutup lebih dari pukul 14.00 WIB,berdasarkan foto yang di miliki oleh warga saat di tunjukan dalam protesnya di balai Desa.

Dalam Demo masyarakat Desa Pomahan memprotes panitia Pilkades di balai Desa pada,6 Juni 2019 yang di temui oleh BPD dan Panitia Pilkades juga Pemdes beserta Kasi Pem Kecamatan Baureno.Dalam aksi tersebut juga di jaga dari pihak keamanan,Polsek Baureno dan Koramil Baureno maupun Satpol PP Baureno.

Masyarakat hadir di balai Desa sekitar pukul 09.00 WIB sampai kurang lebih pukul 12.00 WIB dalam menyampaikan aspirasi dengan membawa foto bukti penutupan pendaftaran Pilkades.Foto tersebut yang dimiliki masyarakat menunjukan dalam foto itu bahwa beberapa panitia dan calon Kades yang sudah mendaftar dengan secara simbolis menyerah terimakan berkas dalam foto tersebut tertera waktu,menunjukan pukul 14.00 WIB lebih.

Adanya temuan foto itu,masyarakat Desa Pomahan kembali ujuk rasa di balai Desa memprotes panitia dan menuntut Pilkades harus ditunda 2020,karena ada bakal calon saat ini akan mendaftar akhirnya gagal karena panitia menutup pendaftaran pada pukul 14.00 WIB waktu itu,tapi saat ini masyarakat memiliki bukti dari sebuah foto bahwa penutupan lebih dari pukul 14.00 WIB.

BPD dan panitia Pilkades yang di wakili oleh ketua BPD Abdul Azis menyampaikan.”Pilkades tetap di lanjutkan sesuai jadwal.Apa bila punya bukti secara hukum,silahkan bawa lewat jalur hukum dan buktikan secara hukum”,tuturnya.

Baca :  Forpimda Bojonegoro Resmikan Pembangunan Jalan Poros Kebangkitan di Kecamatan Tambakrejo

Adanya keputusan tetap melanjutkan.Masyarakat yang ikut hadir di pendopo balai Desa kurang puas adanya keputusan panitia yang melanjutkan Pilkades di Desa Pomahan.Masyarakat yang hadir tetap minta Pilkades tetap ditunda.

Seperti apa yang di ungkapkan Sawin. “Pilkades ini harus di tunda tahun depan supaya kondusif dan tidak menciptakan ketimpangan,memecah belah masyarakat.Lebih baik di tunda tahun 2020 dan membentuk semuanya baru’,tuturnya.

Sementara itu,Patekan sebagai calon pendaftar Pilkades yang gagal mendaftar di duga karena waktu,ia juga angkat bicara.

“Saya tetap meminta Pilkades tahun 2020.Kalau panitia mau minta jalur hukum monggo,(silahkan).Karena prasangka masyarakat itu sudah di tunda tahun 2020.Kemarin Musdes itu musyawarah,ternyata pembentukan panitia”,Ungkap Patekan.

Penulis :Eko Cahyono

Editor : Eko Cahyono