OPINI, Money Politik, Hari Tenang Tidak Bikin Tenang

1

OPINI

Oleh: Eko Cahyono

Dalam politik istilah hari tenang dimana seluruh Alat Peraga Kampanye (APK) harus steril di tempat umum,semua calon kontestan di larang berkampanye,dan di hari itu semua pendukung maupun calon di harapkan tenang menjelang pemilihan.Namun Istilah hari tenang dalam berpolitik pemilihan justru di hari itu hari-hari yang sangat diwaspadai di hari tenang yang tidak tenang adanya money politik.

Kenapa harus di waspadai? Karena hari tenang dalam pemilihan sering banyak dugaan antara lawan politik saling berbagi uang untuk mendapatkan dukungan yang sering di sebut money politik.

Hari tenang bagi kontestan pemilihan maka sering di gunakan kesempatan untuk meraih dukungan dengan cara money politik untuk mewaspadai para pendukungnya supaya tidak berpaling untuk memilihnya.Bahkan,ada katagori pemilih pada hari tenang ada juga yang mengharapkan money politik ada didalam pemilihan.Sering terdengar,siapa yang mengasih uang ya saya coblos.

Kalimat “siapa yang mengasih uang ya saya coblos” mereka tidak bisa sepenuhnya di salahkan dengan kalimat itu.Mungkin mereka kecewa dengan pemimpin yang di pilih sebelumnya tidak seperti harapnya,maka mereka memilih uang dari pada visi misinya soal kuwalitas belakangan meski tidak jarang muncul akhir sebuah kekecewan setelah mereka memilih berdasarkan money politik.

Disisi lain seorang calon pemimpin saat mengikuti ajang pemilihan untuk di pilih bila mengeluarkan biaya politik tinggi di banding gajinya bila mana sudah jadi apakah bisa menjalankan visi misi karena belum balik modal”.

Money politik sangat-sangat mengotori demokrasi dalam pemilihan pemimpin karena banyaknya biaya politik bisa menyebabkan seorang calon yang sudah jadi bisa berfikir cara balik modal namun tidak semua calon yang sudah jadi berfikir seperti itu.Disisi lain adanya money politik sebagian para pemilih ada yang mengharapkan,mungkin dengan alasan pelampiasan kekecewan maupun alasan ekonomi.

Baca :  Biaya PTSL, Perlu Dikaji Atau Kesepakatan Sebagai Alasan

Secara logika money politik tidak akan ada bila penerima juga tidak ada.Semua calon pasti mengharapkan biaya politik sedikit dan semua pemilih pasti mengharapkan pemimpin yang jujur,adil dan tidak korupsi.Namun solusi mengawali bersih dari money politik sangat sulit,ini buka budaya.Menurut saya bila ada pemimpin yang benar-benar amanah,jujur,adil dan tidak terlibat Korupsi Kolusi Nepotisme (KKN) pasti pemilih tetap memilih tanpa adanya money politik,dan sebaliknya bila pemilih tidak mengharapkan money politik pasti akan ada calon pemimpin yang di harapkan karena biaya politik sedikit dan tidak memekirkan balik modal setelah meraih jabatan”.

Adanya money politik calon yang benar-benar bertujuan ingin mensejahterakan masyarakat tapi tidak memiliki modal biaya politik,secara tidak langsung mereka tidak mempunyai kesempatan memimpin kalau money politik tetap ada setiap pemilihan pemimpin.

Hari tenang sering di sebut di moment pemilihan justru tidak menenangkan kalau money politik tetap ada.

Jam malam selalu menjadi senjata pamungkas para panitia penyelenggara dan itu biasanya saat pemilihan Pilkades diberlakukanya.

Menurut saya apa pun sistem atau cara untuk mengantisipasi money politik tetap tidak bisa,bila calon menyediakan uang untuk di kasihkan dan yang akan di kasih mengharap dan menerima,semua akan berjalan baik-baik saja dan tetap tenang di hari tenang pelaksanaan pemilihan meski tidak jarang menyeruak isu adanya money politik.

Memang money politik sulit di buktikan karena pemberi dan penerima saling berkesinambungan menguntungkan.Dari penerima di untungkan mendapat uang,sedangkan pemberi di untungkan mendapat suara.Namun politik uang itu sangat menodai demokrasi untuk melahirkan pemimpin yang benar-benar jujur,adil,tidak korupsi,kolusi dan nepotisme.

Terima uangnya coblos sesuai hati nurani jangan lihat nilai uang yang diberi.

1 KOMENTAR

Comments are closed.