Dinas Perdagangan Bojonegoro Mengantisipasi Kelangkaan LPG 3 Kilo

209
0

Bojonegoro – Dinas Perdagangan Kabupaten Bojonegoro melaksanakan giat monitoring dan pembinaan kepada pemilik pangkalan LPG di wilayah Kecamatan Kanor dan Kecamatan Kepohbaru bersama OPD di dua wilayah tersebut guna mengantisipasi kelangkaan dan pembinaan untuk penyaluran LPG 3 kilo gram yang bersubsidi Pemerintah dengan tepat sasaran pada,25 Juli 2019.

Para pangkalan maupun agen harus mengetahui sistem jalur pendistribusian LPG yang wajib di lalui yaitu, dari Agen melakukan pengisian tabung LPG di SPBE (Stasiun Pengisian Bulk Elpiji), kemudian dikirim ke Pangkalan sesuai jadwal dan kuota.Setelah itu Pangkalan menjual kewarga dan sisanya bisa dijual ke Pengecer atau Toko sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

Bahkan Dinas Perdagangan Kabupaten Bojonegoro juga menyampaikan,bahwa setiap ada pengiriman tabung LPG 3 kilo gram bersubsidi dari Agen, maka Pangkalan harus menyisakan 10-20% untuk kebutuhan rumah tangga pada warga di sekitar pangkalan, selebihnya bisa di jual ke pengecer atau toko. Jadi Pangkalan harus mengutamakan warga sekitar.

Bahkan Dinas Perdagangan Kabupaten Bojonegoro saat giat monitoring dan pembinaan menghimbau bahwa dalam penjualan LPG 3 Kilo gram pada pengecer maupun toko, diharapkan Pangkalan membuat rincian nota pembelian yang berisi harga isi ulang LPG yang sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 16 ribu.

Sutikno Sakib, SH – Kasi Pengadaan dan Distribusi Dinas Perdagangan menjelaskan. ” Memang dari HET Rp 16 ribu tersebut sudah sesuai Pergub Jatim no.6/2015.Dan jika pangkalan yang mengirim ke Pengecer atau toko, maka ada tambahan ongkos angkat dan angkut yang sudah disepakati,sehingga tidak timbul kesan bahwa harga tabung LPG diatas Harga Eceran Tertinggi (HET).Dan Perlu diketahui untuk pendistribusian LPG 3 kilo gram bersubsidi ini harus tepat sasaran, yaitu untuk kebutuhan rumah tangga miskin”,tuturnya.

Baca :  Hari KE-8 TMMD, Rehab 25 RTLH Capai 80%

Sutikno Sakib,SH menambahkan. “Bila ada LPG 3 kilo gram bersubsidi disalah gunakan atau di siyalir untuk kebutuhan pertanian/diesel penyedot air,peternakan,itu sudah bertentangan dengan surat Gubernur Jatim no 540/9176/022.1/2018,perihal penggunaan Lequified Petroleum Gas (LPG) tepat sasaran.Bila di salah gunakan atau tidak tepat sasaran pemakaian maka hal ini menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya kelangkaan LPG subsidi 3 kilo gram”

Masih kata Kasi Pengadaan dan distribusi Dinas Perdagangaan Kabupaten Bojonegoro. “Kami meminta ke pada agen bahwa untuk pengiriman LPG dari Agen ke Pangkalan harus sesuai jadwal dan kuota yang telah ditentukan”,pesanya.

“Untuk mengantisipasi kelangkaan LPG jelang hari Raya Idul Adha 1440 H,2019 di Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Perdagangaan akan mengajukan tambahan kuota LPG sejumlah 5 persen kepada Manager Domestic Gas Region V Jatim BaliNus PT.Pertamina Surabaya”,pungkasnya.

Reporter : Eko Cahyono

Publisher : Eko Cahyono