Pilkades Damai Tetap di Sila Ke 3, Persatuan Indonesia

275
0

Opini

Oleh: Eko Cahyono

Hampir sepekan 154 Desa di Kabupaten Bojonegoro telah usai melaksanakan Pilkades serentak pada,26 Juni 2019 lalu pada tahap II Pilkades 2019.

Pilkades serentak tersebut berjalan lancar dan damai.Antara sesama pendukung yang beda pilihan,yang menang maupun yang kalah mereka berbaur menjadi satu hidup bermasyarakat meski beda pilihan waktu pemilihan setelah Pilkades.Tidak ada Kepala Desa milik antar golongan maupun kelompok.Kepala Desa adalah pemimpin milik semua masyarakat.

Nomer 1 maupun 2 tidak boleh lagi ada setelah Pilkades usai,yang ada harus Sila ke 3 Pancasila,Persatuan Indonesian.Bersatu menuju Desa yang lebih baik untuk maju,bila ada antara pendukung yang sebelumya tidak tegur sapa maupun bersitegang harus merapatkan barisan berpelukan melupakan tentang beda pilihan karena pelaksanan Pilkades adalah bagian dari proses demokrasi pemerintahan paling bawah untuk memilih pimpinan tiap 6 tahun sekali.

Jangan ada permusuhan antar golongan,teman,keluarga atau kawan.Jabat tangan antara yang kalah dengan yang menang harus di ciptakan,karena tujuanya sama untuk memajukan Desa dan mensejahterakan masyarakatnya dalam memilih Kepala Desa.

Jangan ada lagi kalimat.”Saya nomer 1 dan saya nomer 2″,ubah menjadi “Kita bertujuan sama memajukan Desa,siapa pun Kadesnya tetap Kades saya”.Lumrah ada yang kalah dan yang menang di setiap pemilihan,bukan berarti yang kalah tidak baik atau yang jadi adalah terbaik namun semua adalah amanah dan perlu di jaga amanah,bukan baik atau terbaik untuk mencari perbedaan.

Lupa diri harus diantisipasi untuk para terpilih karena mimpi dan cita-cita semua masyarakat di gantungkan di pundak anda untuk Desa yang lebih maju dan sejahtera,dengan anggaran Desa yang begitu besar di gelontorkan oleh Pemerintah Pusat berupa Dana Desa (DD) maupun Alokasi Dana Desa (ADD) dari Pemerintah Daerah untuk Desa .Selamat untuk para Kepala Desa yang terpilih di Pilkades serentak pada tahap II periode 2019-2025.**

Baca :  Saat Kang Yoto Dihajar Oleh Lawan Politik Yang Cerdas