Warga Sidomukti ini Budidaya Lele 60 Ribu Ekor, Berat Mencapai 5 Kilo

699
0

Bojonegoro– Suratman warga Dusun Mbaru,Rt 19,Rw 5,Desa Sidomukti,Kecamatan Kepohbaru,Kabupaten Bojonegoro membudidaya ikan lele di belakang rumahnya dengan menggunakan media kolam permanen berukuran 3 X 6 meter,ada 9 kolam lele dibelakang rumah Suratman.

9 kolam tersebut di isi benih ikan lele dengan jumlah total 60 ribu ikan,masing-masing kolam beragam usia ikan lele yang di budidaya namun dapat dipastikan tiap 3 bulan sekali ikan lele tersebut di panen dari kolamnya.

Saat ini sistem pemasaranya dari hasil panen ikan lele tersebut diambil oleh tengkulak dari berbagai Daerah,seperti tengkulak dari daerah Balen,Baureno bahkan tengkulak dari luar Daerah,yaitu Kecamatan Rengel,Tuban.

Dari penuturan Suratman pemilik salah satu pemilik budidaya ikan lele di Wilayah Kecamatan Kepohbaru ini masih terkendala oleh pembibitan ikan lele karena benih ikan lele harus beli dari luar Kabupaten,yaitu Pare Kediri, alasanya beli bibit dari Kediri lebih murah dan secara kuwalitas sama hanya harga yang membedakan.

“Hampir 15 tahun saya membudidaya ikan lele,kendalanya adalah masalah bibit dan pakan.Kalau pakan voer harganya terlalu melambung akhir-akhir ini,duluh harga pakan per 30 kilo Rp 250 ribu sekarang menjadi Rp 315 ribu namun harga ikan Lele bisa dikatakan menurun karena biasanya Rp 17 ribu menjadi Rp 15 ribu dari tengkulak,tidak seimbang antara pakan dan harga jual”,tutur Suratman pada,Selasa 23 Juli 2019.

“Dari 15 tahun membudidaya ikan lele saya belum dapat bantuan sama sekali dari Pemerintah,paling tidak dapat pinjaman modal lunak dari Pemerintah maupun pelatihan”,harap Suratman.

Di singgung kenapa tidak melakukan pembibitan ikan lele sendiri untuk menekan pengeluaran biaya,Suratman menambahkan. “Karena ilmunya belum mencukupi mas untuk produksi bibit sendiri dan ini pun ternak secara otodidak”,imbuhnya.

Baca :  Semawot Ceria, Slogan Danang Hariyanto

“Bahkan selama 15 tahun berbudidaya ikan lele ini banyak cerita karena proses belajar sendiri.Ikan mati sudah biasa tiap hari waktu itu tapi tidak patah semangat meski mengalami rugi tetap semangat terus belajar dan saat ini ada yang seberat 5 kilo gram perekor ikan lele dalam satu kolam”,pungkas Suratman.***(Eko Cahyono-Munir)