Proyek Milyaran Rupiah, Ruas Babat – Lamongan, Kerap Telan Korban Jiwa.

0

TRANSBOJONEGORO.COM, Lamongan – Perbaikan jalan nasional sepanjang 8,3 kilometer mulai Pucuk sampai dengan Babat, Lamongan, Jawa Timur, di KM Sby 57.900 – 67.000 ruas Babat – Lamongan dengan pengerjaan rigid beton yang menelan biaya diperkirakan mencapai Rp166 milliar alokasi APBN, ( Anggaran pendapatan Belanha Negara ), memicu naiknya angka laka lalulintas di ruas tersebut.

Baca :  Hak Jawab Terkait "Diduga Prona Di Desa Drokilo Pungut Biaya 700 ribu hingga Satu Juta Lima Ratus Ribu
Baca :  Miris !! Anggaran Milyaran Rupiah, U-Ditch Paket Peningkatan Jalan Mayangkawis Kenep Ambrol

Pasalnya pekerjaan yang dumulai sejak bulan juni kemarin, saat ini sebagian sudah memasuki tahap pengurukan bahu jalan, sayangnya matrial yang rencananya untuk pengurukan bahu jalan tersebut, menumpuk hingga memakan separo badan jalan, akibatnya banyak pengguna jalan mengalami laka, diruas tersebut,

Selain itu minimnya rambu – rambu diarea pekerjaan tersebut menjadi salah satu faktor utama pemicu laka lantas, diduga, pihak kontraktor tak memperhatikan kesehatan dan keselamatan kerja, (K3) dan safety pengguna jalan.17/9/2019.

Baca :  Tumpukan Batu Di Bahu Jalan ruas Babat - Tuban Dua Kali Sebabkan Laka
Baca :  Asal - asalan, Penutup Ugater Ambrol & Berlobang, Hambat Akses Jalan Warga Karangdayu

Meningkatnya laka yang disebabkan tumpukan matrial di badan jalan, dilokasi pekerjaan, duduga Lemahnya pengawasan dari PPK ruas (Tuban – Babat Lamongan Gresik) hingga Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VIII.

Baca :  Diduga Gagal Kontruksi Pengerasan Jalan Rabat Beton Desa Banjaranyar Kecamatan Baureno
Baca :  Gapoktan Mengamini, Kios Jual Pupuk di atas HET,

Terpisah Novia Endhianata PPK ruas (Tuban – Babat Lamongan Gresik) saat di hubungi melalui akun WhatsAppnya mengatakan
Untuk petugas K3 (kesehatan dan keselamatan kerja). sudah stand by dan selalu koordinasi dengan kepolisian, Untuk laka utamanya disebabkan pengendara roda 2, karena nekat menerobos lokasi pekerjaan, yang seharusnya belum boleh dilewati “[17/9 18:30].(BM-Red).