Okum PNS, Borong Proyek Perbaikan Saluran Gotong Royong Babat

TRANSBOJONEGORO.COM – Lamongan Pekerjaan perbaikan saluran air, di jalan gotong royong Kelurahan Babat Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan , diduga asal asalan, pasalnya pekerjaan yang menelan anggara biaya dari APBD Kabupaten Lamongan tersebut disinyalir menggunakan batu yang berkualitas rendah.

Selain itu, Matreal batu dan Para pekerja di pekerjaan saluran air di Jalan gotong royong tersebut diduga diborong oleh oknum pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Dinas Pengairan Lamongan UPT Pengairan Pucuk yang berkantor di Jalan raya babat Lamongan,

Baca :  Mutasi Sekdes Desa Kedungrejo Sudah Selesai dan Gak Ada Masalah
Baca :  Salah Satu Oknum Anggota BPD Trojalu Diduga Pengurus Partai Politik

Pegawai negeri sipil (PNS) dinas pengairan berinisial (Ksp) yang mengaku sebagai Juru itu, juga PJ Kepala desa, salah satu desa di Kecamatan Kedungpring. saat ditemui transbojonegoro.com mengakui kalau dirinya sebagai pemborong kerja dan matreal pada pekerjaaan saluran air di jalan gotong royong Kelurahan Babat Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan yang diperkirakan dengan panjang 370M.

“Saya hanya pemborong kerja dan matreal saja mas, untuk alat berat Mas yono” Tuturnya 17/9/2019.

Baca :  Pengerjaan Kontruksi Rigid Beton Ruas Balen- Sugihwaras Diduga Tidak Sesuai Spek
Baca :  Ini Sanksi PNS Yang Bermain Proyek

Regulasi Larangan dan Sanksi PNS dapat di lihat Pada Peraturan Pemerintah No 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS, yang terdapat larangan bagi PNS dan sanksi yang diberikan jika melanggar.(BM-Red).

Direkomendasikan untukmu

1 Comment

  1. Ya kalau seperti itu sudah ada unsur permainan sesama pejabat daerah khususnya.Bisa karena ada iming-iming bagi keuntungan,kesimpulannya kenapa tindakan semacam itu atau yang lainnya(contoh korupsi) masih berjalan mulus,tenang-tenang saja di wilayah sekitaran Lamongan.Itu karena para masyarakat banyak yang bersikap acuh terhadap hal semacam itu,engga untuk melaporkan.Saya kadang membedakan sendiri dengan wilayah gresik ataupun sidoarjo.Semoga kasus-kasus semacam ini segera di tuntaskan,serta para masyarakat tak ragu ataupun takut lagi untuk melaporkan.
    terima kasih

Comments are closed.