Bantuan RTLH Desa Pancur, Diduga Di Belanjakan Kades

539
0

TRANSBOJONEGORO.COM – Untuk mengatasi dan mengurangi angka Rumah Tidk Layak Huni (RTLH) di Bojonegoro, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro, menganggarkan sekira Rp 1 miliar setiap tahunya untuk program bedah rumah yang diperuntukan bagi warga yang memiliki rumah tidak layak huni, dengan tujuan RTLH tersebut salah satu solusi dalam mengentaskan masyarakat pra sejahtera Bojonegoro dari kemiskinan.

Baca :  Jelang Keberangkatan Study Tour, Warga Ucapkan Selamat Kepada Pemdes
Baca :  Mutasi Sekdes Desa Kedungrejo Sudah Selesai dan Gak Ada Masalah

Dari anggaran yang disediakan Pemkab, salah satu desa penerima RTLH adalah
desa Pancur Kecamatan Temayang Kabupaten Bojonegoro, sedikitnya 3 Unit RTLH, di mendapat bantuan RTLH yang diterimakan kepada tiga penerima manfaat

Tiga orang penerima RTLH yaitu : Gangsar, Munawi, dan Kasirah, bantuan RTLH tersebut dicairkan ketiganya melalui bank jatim, setiap penerima manfaat, menerima 10jt, untuk Pembangun rumah miliknya, namun hingga saat ini salah satu penerima bantuan belum bisa merenovasi rumahnya lantaran bantuan yang ia terima diduga di minta Kepala desa.”Ungkap Mbah di salah satu warga desa pancur.16/12/2019.

Baca :  Diduga Abaikan K3, Proyek Milyaran Rupiah Ini
Baca :  Tak Pasang Benner APBDes, Desa Mudung Abaikan Undang - Undang

Pardi yang merupakan warga desa Pancur Kecamatan Temayang mengatakan Peristiwa itu bermula saat ketiganya mencairkan bantuan RTLH, masing masing menerima 10 juta, setelah ketiganya mencairkan bantuan tersebut melalaui bank jatim, dalam perjalanan menuju rumahnya ketignya diduga di hadang Kepala desa dan diminta uang yang mereka bawa berikut buku rekeningnya.”Tuturnya”.

Menurutnya Tak lama setelah kejadian itu, Ketiganya menerima matreal berupa Kayu Usuk 19 biji pasir satu Dum truck, Semen 10 sak, Batu bata 500 biji, dan uang 500 ribu.Diperkirakan matreal yang merek terima senilai 3Juta.”Imbuhnya”.

Baca :  Kebutuhan Pupuk Pada Musim Tanam 2020, Desa Babad Sudah Terpenuhi
Baca :  Bocah 4 Th Jadi Korban Pencabulan

Hingga berita ini diturunkan 2 orang penerima manfaat sudah merenovasi rumah miliknya, meski anggaran yang mereka terima tudak sesuai dengan yang diharapkan, dan Munawi salah satu penerima manfaat hingga saat ini belum bisa merenovasi rumahnya, lantaran dengan matreal dan uang 500 ribu belum cukup, sedang dirinya tidak memiliki tambahan untuk renovasi rumahnya.

Terpisah Lulus Pujiono Kepala desa Pancur Membenarkan jika pada tahun 2017 lalu, Tiga orang warganya menerima RTLH, masing masing 10Juta,

Baca :  Perkerasan Bahu Jalan, Jurusan Bojonegoro Bts Kab Tuban, Mendapat Apresiasi
Baca :  Hak Jawab Terkait "Diduga Prona Di Desa Drokilo Pungut Biaya 700 ribu hingga Satu Juta Lima Ratus Ribu

Terkait adanya informasi mareal senilai 3 juta, ia mengatakan jika matreal yang diterima para penerima manfaat tidak senilai 3juta, jika ingin ingin kejelasan pihaknya mempersilahkan wartawan untuk kroscek ke lokasi,

“Saya tidak usah menjelaskan mas jika ingin tau silahkan kroscek ke lokasi”, “Ungkapnya”.melalui sambungan telpon celular miliknya. 16/12/2019.

Menurutnya saat ini adalah tahun politik, sehingga pihak pihak tertentu selalu mencari celah guna menjatuhkanya, “Pungkasnya”.(Red).