Saenan Alias Empu Kari, Karya Pusakanya Banyak di Minati Dalam Maupun Luar Negeri

transbojonegoro.com Di sebuah bangunan yang sangat sederhana seorang pria muda yang berambut gondrong tengah menempa besi. pria yang berusia sekitar 35 tahun itu sepertinya sedang membuat pusaka.

Pria berambut gondrong ini diketahui bernama Saenan yang bergelar Empu Keri (Keri : kari bahasa jawa artinya : ketinggakan), Empu Keri artinya empu yang masih ada saat ini,

Saenan bukan lah seorang pandai besi biasa, melainkan seorang empu. Ia juga diketahui sebagai pembuat keris handal, karyanya sudah banyak diminati dalam maupun luar negeri.

Saenan (Empu Kari)

Saenan atau Empu kari tinggal didusun Balong desa Sidodadi Kecamatan Sukosewu Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Gelar Empu tak serta merta didapatkan Saenan begitu saja. Gelar itu didapatkannya setelah menekuni profesi sebagai perajin keris. Ia mulai serius menekuni profesi sebagai empu itu sejak sepuluh tahun ini.”Ucapnya ketika berbincang dengan transbojonegoro.com dibengkel pandai besi miliknya di Dusun Balong Desa Sidodadi Kecamatan Sukisewu Kabupaten Bojonegoro, (7/1/2020).

Baca :  Hantu Pocong Mengelilingi Rumah
Baca :  Kisah Malin Kundang, Anak Durhaka
Baca :  Kuliah Sambil Memulung

Menurutnya, untuk membuat satu bilah keris membutuhkan waktu 3-5 lima bulan. Proses pembuatan tidak bisa dilakukan secara sembarangan, karena ada berbagai tahapan dan cara khusus yang harus dilalui.

“Besi yang digunakan juga tidak boleh asal-asalan, Bahkan untuk keris tertentu lebih rumit lagi, karena arangnya juga khusus,” ujarnya.

Tahapan pembuatan setiap bilah keris dilakukan dengan hati-hati dan ketelatenan, karena benda yang dihasilkan bukan sekedar senjata tajam maupun belati, melainkan sebuah karya seni, dan pusaka.

“Yang sulit itu adalah membuat keris pusaka bernilai seni tinggi, karena prosesnya rumit, bahanya juga demikian dan maharnya pun juga tinggi,” Pungkasnya”.(Red)

Direkomendasikan untukmu