Tambangan Perahu Desa Trucuk Ditutup Guna Antisipasi Covid 19

244
0

Publisher: Eko Cahyono

Editor: Eko Cahyono

Transbojonegoro.com – Adanya penyebaran pandemi Virus Corona (Covid 19) yang statusnya masih mengalani peningkatan bahkan mengakibatkan satu lagi seorang perempuan berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kabupaten Bojonegoro dari Desa Sranak, Kecamatan Trucuk, meninggal dunia.

Dengan adanya hal tersebut Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di tingkat Kecamatan Kota Bojonegoro bekerjasama dengan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kelurahan Ledok Kulon dan pengelola penyeberangan perahu yang menghubungkan dua Daerah antara Kecamatan Trucuk dan Kecamatan Kota sebagai aktivitas keluar masuk dari jalur Sungai Bengawan Solo maka tambangan perahu tradisional yang berada di Kelurahan Ledok Kulon tersebut di tutup sementara pada,Minggu 26/04/2020.

Kapolsek Kota Bojonegoro, Kompol Hari Adi Agus Wahono, menyampaikan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di tingkat Kecamatan Kota Bojonegoro melakukan penutupan tambangan perahu tradisional untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona masuk dan menyebar di Kota Bojonegoro. Berdasarkan rilis update sebaran Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro bahwa status PDP per tanggal 25 April sebanyak 1 orang di Kecamatan Trucuk dan akhirnya meninggal dunia.

“Dengan adanya PDP warga Desa Sranak Kecamatan Trucuk, akhirnya meninggal dunia. Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di tingkat Kecamatan Kota Bojonegoro bekerjasama dengan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kelurahan Ledok Kulon melakukan penutupan tambangan perahu untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona,” jelas Kapolsek Kota Bojonegoro.

Lanjut Kapolsek, dengan adanya penutupan tambangan perahu ini menghimbau kepada warga agar tidak panik dan tetap mengikuti anjuran pemerintah, yaitu menggunakan masker jika keluar rumah, selalu mencuci tangan dengan sabun, jaga jarak aman, tidak bergerombol serta menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatannya.

“Budayakan dengan pola hidup sehat, gunakan masker untuk meminimalisir penyebaran virus, tetap jaga jarak atau physical distancing. Apabila badan merasa flu segera berobat dan mengisolasi diri di rumah, jangan melakukan aktivitas di luar saat sakit,” pungkas Kompol Agus.

Baca :  Masjid di Atas Air