Petani Tembakau Was Was, Hujan Begitu Deras

183
0

Penulis : Eko Cahyono

Transbojonegoro.com – Malam ini sebagian wilayah Kabupaten Bojonegoro diguyur curah hujan yang tinggi dan membuat was-was para petani tembakau pada,Selasa malam,11/8/2020.

Akibat curah hujan yang tinggi malam ini beberapa lahan pertanian yang ditanami tembakau bisa tergenang,padahal usia tembakau kisaran kurang lebih 2 Bulan dan siap panen.Namun,disaat para petani mengharapkan harga tembakau yang mahal di tahun ini dengan kuwalitas tembakau yang bagus hujan begitu deras mengguyur.

Rasa was-was muncul dirasakan ole para petani tembakau saat hujan turun karena dengan alasan dan pengalaman setiap musim tanam saat terjadi hujan kuwalitas maupun dalam rumus dagang harga tembakau kalau kena hujan bisa menyebabkan harga turun.Seperti apa yang dituturkan salah satu petani tembakau di wilayah Kepohbaru ini yaitu,Munir.

Rasa was-was muncul dihati karena bisa mempengaruhi harga tembakau akibat curah hujan yang begitu deras mengguyur disaat bulan Agustus malam ini,padahal para petani sebagian mulai memanen daun tembakaunya, bahkan sudah ada yang mulai metik 3 kali.

“Kalau saya Bulan 6 tanggal 10 saya mulai tanam,sekarang suudah mulai metik,bahkan ada yang sudah 3 kali metik daun.Menurut informasi dari tengkulak harga rajang kering sudah mencapai kisaran Rp 14 ribu sampai 15 ribu perkilo,tapi panen belum selesai hujan malam ini sudah turun begitu deras dan membuat para petani was-was soal harga,kuwatir mempegaruhi harga,”tutur Munir.

“Selain itu,akibat hujan lahan pertanian pasti jadi banjir dan resikonya bisa menyebabkan tanaman tembakau rusak.Dan bikin was-was karena bisa mengalami kerugian.Semoga harga tetap stabil mahal,”pungkas Munir.(*)

Baca :  Kapolres Bojonegoro Hadiri Sarasehan Forum Pembauran Kebangsaan