Hama Tikus Menyerang, Warga Balongdowo Kepohbaru Hargai Tikus Perekor Rp 2000

0

Reporter: Munir

Editor: Eko Cahyono

Transbojonegoro.com-Musim tanam padi pertama (MT 1) dimusim penghujan di Desa Balongdowo,Kecamatan Kepohbaru,Kabupaten Bojonegoro pada tanggal 22 – 24 Desember 2020 mengelar “Gropyok Tikus” serentak untuk menghilangkan hama tikus bersama-sama.

Kegiatan tersebut diikuti oleh berbagai elmen di Desa Balongdowo mulai dari Perangkat Desa,RT beserta masyarakat dan para petani yang di pimpinan langsung oleh Kades Balongdowo.

Kepala Desa Balongdowo yang akrap di sapa Yoga tersebut menyampaikan pada awak media ini bahwa dengan menggelar kegiatan “Gropyok Tikus” tersebut sebagai bentuk empati terhadap kaum petani terhadap maraknya serangan hama tikus yang masih sulit dibasmi.Kamis (24/12/2020).

Gropyok tikus tersebut dilakukan dibeberapa titik seperti di Desa Balongdowo, Kecamatan Kepohbaru, wilayah tengah di Desa sembroto dan Turigede,Desa Sumberagung Kecamatan Kepohbaru .

Masyarakat bersama- bersama berlomba menangkap tikus dan hasilnya di kumpulkan ke kelompoknya masing-masing.Dan satu tikus dibeli oleh kelomponya masing-masing dengan harga Rp 2000 per satu ekor tikus.

“Ratusan petani bersemanggat memburu tikus dipersawahan yang hasil buruan sengaja dibeli sebagai support keseriusan memberantas hama tikus dilahan pertanian karena kami prihatin atas meluasnya hama tikus yang sangat merugikan petani,”tutur Yoga Kades Balongdowo.

Masih kata Kades Balomgdowo. “Kita tahu betapa hama Tikus menjadi musuh petani, berbagai cara telah dilakukan namun masih saja hama ini terus ada.Dengan tindakan nyata gropyok tikus ini diharapkan benar-benar memberikan manfaat bagi petani sehingga mampu mengurangi populasinya secara riil,” tegas Yoga.

Selain itu Kades Balongdowo juga bersosialisasi pada para petani diwilayahnya bahwa untuk membasmi hama tikus disawah menyampaikan larangan tidak boleh menggunakan alat listrik karena dapat membahayakan bagi pemilik lahan maupun orang lain.(*)

Baca :  Kronologis Kebakaran Gunung Lawu