Kapolres Bojonegoro Bersama BKP Ajak Menerapkan Sikap Tulung Tinulung

0

Publisher: Eko Cahyono

Transbojonegoro.com – Mengantisipasi adanya percikan percikan gesekan antar oknum anggota Perguruan Pencak Silat di Kabupaten Bojonegoro yang berdampak bagi keutuhan silaturahmi dan persatuan bagi seluruh anggota Pencak Silat di Bojonegoro yang selama ini sudah tercipta dengan baik melalui BKP (Bojonegoro Kampung Pesilat).

Kapolres Bojonegoro, AKBP Eva Guna Pandia, kepada Para peserta FGD (Forum Group Diskusi) dalam pelatihan kepemimpinan Pengurus BKP di Kecamatan Dander, menyapikan bahwa pencak Silat adalah warisan luhur bangsa yang harus dijaga ajarannya yang luhur untuk membangun Bangsa dan Negara.

Sehingga ajaran luhur pencak silat diantaranya adalah menciptakan kebersamaan dan persatuan merubakan bentuk aplikasi yang harus dilakukan oleh para anggota Pencak Silat, diantaranya adalah saling berkomunikasi dan bersilaturahmi.

“Dengan adanya sikap tolong menolong yang harus diterapkan dalam kehidupan anggota Pencak silat mas disitu akan tercipta kebersamaan dan saling asah dan asih dalam pergaulan sehari hari,” ungkap AKBP Eva Guna Pandia saat di Balai Desa Ngunut, Kecamatan Dander, Bojonegoro, Kamis (3/12/2020).

Disampaikan pula bahwa dalam pelaksanaan sehari hari tidak harus diterapkan dalam berorganisasi pencak silat saja, namun dalam kehidupan bermasyarakat, dengan budaya tolong menolong akan mampu membuka jalur silaturahmi dan juga perdamaian di masyarakat tentu akan menciptakan kamtibmas yang kondusif di masyarakat.

“Dalam setia organisasi silat pasti ada aturan yang harus dijalankan, dan tentu tidak dibenarkan membentuk komunitas yang kemudian dapat merugikan organisasi maupun diri sendiri, sehingga akan berdampak luas dalam kehidupan bermasyarakat seperti adanya kerusuhan dan juga konvoi atau yang lainnya,” lanjut Kapolres Bojonegoro.

Dengan sikap tegas dan Cerdas para pemimpin Pencak Silat di Bojonegoro,Kapolres Bojonegoro sangat yakin akan tercipta kondusifitas yang sangat diharapkan bagi masyarakat Bojonegoro agar para anggota Pencak Silat bisa saling bersatu dan tolong menolong serta bahu membahu ikut membangun Bangsa dan Negara.

Baca :  Bojonegoro, Ada Dua Oknum Kades Dalam November Ini Terjerat Hukum

Masih dalam suasana Pandemi Covid, AKBP Eva Guna Pandia juga mengharap agar pesilat di Bojonegoro menjadi Garda terdepan dalam Melawan sebaran Covid 19 di Bojonegoro agar segera sirna dari Bumi Angklung Dharma.

Acara FGD BKP ini juga dihadiri oleh Kasat Binmas Polres Bojonegoro yang sebelumnya juga menyampaikan pparan tentang pentingnya peran BKP dalam upaya persatuan Masyarakat. “Jika Pesilatnya rukun dan bersatu, maka gangguan Kamtibmas tidak akan ada lagi, dan masyarakat merasa aman karena terlindungi, dan justru tidak resah dan khawatir karena ulah oknum anggota Pencak Silat,” papar AKP Sujono.

Selain itu, hadir pula Kapolsek Dander AKP Dumas Barutu, Danril Dander, Camat Dander yang diwakili oleh Kasi trantib serta Kades Ngunut dan selurih pengurus Pencak Silat di Kecamatan Dander, dengan melaksanakan aturan protokol kesehatan.(*)