Berikut Ini Asal Usul Nama Taman Gajah Bolong

0

Reporter: Eko Cahyono

Transbojonegoro.com – Taman Gajah Bolong yang berada di Desa Baureno,Kecamatan Baureno,Kabupaten Bojonegoro saat ini menjadi taman terfavorit bagi penikmat wisata diwilayah Bojonegoro belahan timur setelah diresmikan oleh Bupati Bojonegoro Dr.Hj.Anna Mu’awanah pada 22 Januari 2021.

Taman yang berkonsep taman terbuka penghijauan yang dihiasi oleh ornamen lampu hiyas menyala indah disetiap malam.Sebelum dibangun taman tersebut adalah bekas gudang menjadi sebuah tanah lapang yang dibuat parkir truck sebelum dibangun pada tahun 2020 oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro yang dibuat taman yang saat ini diberi nama “Taman Gajah Bolong”.

Sekarang taman Gajah Bolong ini sebagai salah satu tempat favorit masyarakat Bojonegoro untuk berwisata dan berfoto selfie.

Menurut Ifeny Ninis yang mengaku sebagai cucu pemilik rumah asal usul nama Gajah Bolong ,menceritakan bahwa nama Gajah Bolong yang saat ini dibuat nama taman tersebut bermula ada sebuah patung Gajah yang dibuat pada masa penjajahan dirumah kakeknya.

Dikutip dari tulisan Ifeny Sandra Yunanis bahwa nama Gajah Bolong berkaitan dengan patung gajah yang ada di rumah almarhum bapak H.M. Soedjono, yaitu kakek Ifeny Ninis.

Rumah yang terletak di barat perempatan di sebelah seberang Kecamatan Baureno sebelum dibeli oleh Mbah Jono ( begitu saya dan masyarakat sekitar memanggil beliau) rumah itu milik orang Cina yang bernama Mbah Jun Yok.

Rumah itu dibangun sekitar tahun 1930 salah satu tukangnya bernama Singo Mardi, beliau ayah dari Mbah Jono. Rumah itu dibangun dengan dinding bagian dalam dilapisi porselen dari Cina, dan di depan ada patung gajah.

Pada masa agresi militer Belanda kedua, Belanda masuk sampai daerah Babat, pemilik rumah pulang ke Surabaya, kemudian rumah itu dijadikan markas tentara termasuk Mbah Jono yang saat itu ikut berjuang melawan Belanda.

Baca :  Jelang Perayaan Paskah, Kapolres Bojonegoro Mengajak Seluruh Masyarakat Menjaga Toleransi dan Kerukunan di Bojonegoro

Supaya Belanda tidak merebut rumah itu maka rumah yang induk dan bagian timur dibakar. Ketika masa agresi berakhir rumah itu dijarah oleh masyarakat sekitar untuk mengambil porselen yang ada di dinding rumah, kemudian patung gajah juga dipecah karena dikira ada perhiasan di dalam perut gajah, sehingga patung gajah menjadi berlubang atau Bolong.

Pada tahun1960,Mbah Jono membeli rumah tersebut dan direnovasi termasuk menambal patung gajah yang perutnya berlubang. Mbah Jono menempati rumah tersebut sekitar tahun 1962.

Sejak peristiwa perut gajah yang berlubang,orang-orang kalau habis berpergian naik kendaraan umum, dari arah timur atau barat kalau mau turun di perempatan Mongkrong Baureno selalu menyebut turun di Gajah Bolong, meskipun patung gajah sudah tidak bolong lagi.

Sumber dari akun Facebook @ Ifany Ninis