Belum Ada Kuota Haji , KBIHU wilker Bojonegoro Resmi Dikukuhkan

78
0

 

Trans Bojonegoro.com,.- Bertempat di gedung PLHUT Kemenag Tuban , Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag Jatim melaksanakan Pembinaan dan Pengukuhan serta penyerahan SK Operasional KBIHU se Wilker Bojonegoro. Selasa (23/03/2021)

Hadir dalam giat ini , selain Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, nampak pula Ketua Wilayah FK KBIHU (Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Haji dan Umrah) Jatim, bersama Kasi Bina Haji Reguler dan Advokasi Kanwil Kemenag Jatim (Moh. Ersat), Kasi Penyelemggara Perjalanan Ibadah Umroh) dan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (Machsun Zain), serta
Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kabupaten Tuban, Lamongan, Bojonegoro dan beberapa Kasi di Kemenag Tuban.

Dihadapan peserta yang hadir Ketua Wilayah FK KBIHU (Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Haji dan Umrah) Jatim, KH. Shofwan, dalam sambutannya mengatakan KBIHU merupakan mitra Kementerian Agama.Oleh karena itu diharapkan dengan hadirnya FK KBIHU dapat
membantu memberikan kontribusi positif dalam hal pembinaan, edukasi dan pengarahan kepada anggotanya, sehingga mampu memberikan kepastian pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya jemaah calon haji dan
umrah.

“Selain itu FK KBIHU harus bisa menjalin hubungan yang harmonis dengan Kasi PHU,” katanya.

Sementara itu dikesempatan yang sama Kakankemenag Tuban, Sahid, memaparkan tahun 2018 kabupaten Tuban memberangkatkan 878 jemaah, tahun 2019 memberangkatkan 928 jemaah dan tahun 2020 mestinya memberangkatkan 1.298 jemaah.
“Untuk pendaftar haji tahun 2019 sejumlah 4.995 pendaftar dan tahun 2020 sejumlah 4.076 pendaftar,” ujarnya.

Ditambahkan , dia menyebutkan untuk pendaftar haji di kabupaten Tuban, bulan Januari sampai dengan Maret tanggal 22 sejumlah 612 pendaftar.

Sementara itu Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Nurul Huda setelah acara pengukuhan menjelaskan sampai saat ini Kemenag Jatim sudah mempersiapkan beberapa dokumen pemberangkatan haji.

Baca :  Anjangsana Awak Media Transbojonegoro & Lsm Guntur

“Persiapan yang sudah kami lakukan menyediakan paspor dan lembar merah yang sudah di scan, melaksanakan vaksin miningitis yang saat ini sebagian sudah disuntik,”terangnya.

Lebih jauh dia menyebutkan bahwa saat ini Indonesia tengah menunggu keputusan dari Arab Saudi.

“kita tinggal nunggu waktu yang ditentukan Negara Arab Saudi, karena sampai saat ini pihak Negara Saudi belum memberikan statemen,”ungkapnya.

Dia juga berpesan kepada seluruh KBIHU yang hadir , setelah dikukuhkan diharapkan segera bekerja, memiliki terobosan dan guyup rukun. Adapun apabila ada permasalahan segera diselesaikan dengan baik.

“Semua permasalahan yang ada bisa diselesaikan bersama,” ucapnya.

Menurut pria asal Pacitan ini menambahkan , apabila ibadah haji segera dilaksanakan yang menjadi persoalan adalah mengenai protokol kesehatan di masa pandemi dan pembagian kuota.

Karena untuk prokes sebelum tiba di sana terlebih dahulu menjalani Isolasi Mandiri (isoman).

Pun, dalam pelaksanaanya dibatasi hanya selama 5 hari untuk setiap kloter dengan berbagai aturan seperti satu kamar diisi 1 orang atau boleh diisi 4 orang dengan empat kamar mandi.
Dijelaskan juga bahwa sampai hari ini belum ada kuota untuk jemaah haji dari Arab Saudi.

“kita tidak tahu kapan covid akan berlalu, Pemerintah Indonesia sedang menunggu dan siap melaksanakan , meskipun harus disiplin prokes extra ketat dan juga sampai hari ini belum ada kuota haji dari Arab Saudi,”pungkasnya.(Red/Hpm Yuda)