Warga Menangis , Alasan Telat Bayar Debt Colector Tarik Paksa Motor Dijalan. 

113
0

Bojonegoro | Trans Bojonegoro.com ,- Penarikan kendaraan bermotor yang diduga dilakukan sepihak oleh pihak lissing kembali terjadi di Bojonegoro tiga hari yang lalu.tepatnya hari Selasa (23/03/2021).

Status kendaraan tersebut kredit di Mandiri Finance dengan pemohon atas nama Sumiati yang tidak lain adalah ibu dari korban penarikan.

Nasib sial tersebut dialami Albert Kristian Santoso (18) di Jl. Teuku umar Bojonegoro. Kristian yang masih tercatat sebagai siswa salah satu SMK Negeri Bojonegoro ini menggunakan kendaraan berjenis Honda beat dengan Nomor Polisi S 4129 DK berwarna putih itu untuk aktivitas sekolah sehari-hari.

putih itu untuk aktivitas sekolah sehari-hari.

Menurut Kristian, sore itu ia berniat untuk mengambil HP milik saudaranya yang selesai di service di seputaran kota Bojonegoro untuk mengerjakan tugas-tugas dari sekolah, namun saat Kristian sampai di Jl. Teuku Umar tepatnya di depan masjid At-taqwa, Kristian dihentikan oleh 2 (dua) orang dari pihak Mega Finance yang tiba-tiba menghadangnya seraya menunjukkan data angsuran yang terlambat atas nama Sumiati kepadanya dan membuat Kristian kebingungan saat itu.

“Saya diajak ke kantor lissing mas, mereka bilang hanya untuk mengambil foto saya dengan speda motor yang saya bawa, tapi yang difoto hanya kendaraan saya saja dan nyatanya diambil oleh mereka, sedih mas saya dibentak-bentak juga di kantor lissing itu oleh mereka, sekarang saya gak bisa lagi beraktivitas untuk kegiatan sekolah saya”, ucap kristian dengan mata berkaca-kaca.

Elbert manager Mega Finance cabang Bojonegoro membenarkan terkait penarikan satu unit sepeda motor di Jl Teuku Umar yang terjadi selasa sore sekitar pukul 15.00 WIB tersebut.Kamis (25/03/2021)

Menurutnya, penarikan kendaraan bermotor berjenis Honda Beat warna putih bernomor Polisi S 4129 DK milik PK (Pemohon Kredit) atas nama Sumiati yang beralamatkan Desa Sumberejo Rt/08, Rw 01, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro tersebut sudah sesuai dengan peraturan perusahaannya.

Baca :  Operasi Tamabang Pasir Liar, Polres Temukan 1 Alat Jep

” Iya Pak, alasannya karena Bu Sumiati sudah melampaui batas keterlambatan,” Ucap Elbert.dikutip dari Terasjatim.com

Sumber lainnya (keluarga korban), mengatakan bahwa proses penarikan yang dilakukan oleh pihak lissing tersebut diduga tindakan sepihak. Sebab kendaraan yang diambil paksa tersebut sangat diperlukan oleh pemilik kendaraan sebagai sarana utama untuk anak Sumiati yaitu Kristian di dalam beraktivitas mengerjakan tugas-tugas sekolah sehari-hari.

Di dalam Peraturan Menteri Keuangan No.130/PMK.010/2012 juga telah melarang leasing menarik secara paksa kendaraan nasabah yang nunggak bayar kredit.

Hukuman Penarikan Kendaraan Secara Paksa

Penarikan kendaraan secara paksa oleh debt collector, bisa dikenai Pasal 368 Ayat (1) yang menyatakan:

Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, memaksa seorang dengan kekerasan atau ancaman kekerasan untuk memberikan barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang itu atau orang lain, atau supaya membuat hutang maupun menghapuskan piutang, diancam karena pemerasan, dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun.(Red/Hpm Yuda)