Wow, H-3 Perades di Kanor Baru 7 Desa Laporkan Pihak Ke3 ke Kecamatan

624
0

Foto Riyono, Sekretaris Kecamatan Kanor

Transbojonegoro.com – H-3 pelaksanaan ujian perangkat desa di wilayah Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur segera menggelar tes ujian tulis secara serentak di 16 desa untuk 26 formasi jabatan perangkat desa yang bakal di isi.

Kegiatan ujian serentak ini akan digelar pada 10 Juni 2021 yang akan di ikuti oleh 805 peserta di 4 lokasi dengan waktu yang sama, yaitu di SMPN 1 Kanor, SMKN 1 Kanor, SDN Desa Tambahrejo, dan di MI Tambahrejo.

Dari 16 Desa dalam pembuatan naskah soal ujian ini akan mengandeng universitas seperti yang dilakukan Desa Piyak, Pilang, Temu, dan Desa Sambera sebagai pihak ke 3 pembuat soal yaitu dari Universitas Airlangga Surabaya. Keseluruhan 4 desa tersebut akan menggunakan sistem scanner dalam pengoresksian lebar jawaban dari peserta nantinya.

Sedangkan desa-desa berikut ini akan menggunkan sistem koreksi secara manual saat menggadeng pihak ke3. Seperti Desa Prigi, Simorejo, dan Desa Tambahrejo mengadeng pihak ke3 pembuat naskah soal ujian yaitu dari Universitas Negeri Malang. Desa Tejo dan Desa Semambung mengunkan pihak ke3 Universitas Merdeka Malang. Desa Cangaan, Simbatan, dan Desa Nglarangan menggunakan pihak ke3 dari Universitas IAIN Tulungagung. Desa Kanor mengunakan Universitas Muhammadiyah Gresik. Desa Palembon menggunakan Universitas Muhammadiyah Malangm. Desa Kabalan menggunakan Universitas Merdeka Madiun. Dan untuk Desa Sarangan belum diketahui menggunakan pihak ke3 dari universitas apa karena pihak Kecamatan Kanor belum menerima laporan secara tertulis maupun lisan.

Untuk 16 Desa yang sudah menggirim laporan resmi surat MoU dari pihak ke3 sampai pada H-3 pelaksanan ujian serentak baru 7 desa, yaitu Desa Piyak, Samberan, Temu, Pilang, Kabalan, Palembon, dan Desa Simorejo dari total 16 desa yang akan melaksanakan.

Baca :  Peringati 1 th tb.com Gelar Pelatihan Media Cyber

Masyarakat bertanya-tanya siapa pihak ke3_Nya pembuat naska ujian perangkat desa yang akan di lakasanakan pada 10 Juni nanti, padahal kurang dari 3 hari belum ada informasi resmi.

Dari data yang di himpun awak media ini masyarakat belum banyak yang tahu. Bahkan adanya informasi tentang pihak ke3 sampai H-3 ini, masyarakat menduga ada ketidak transparanan. Total dari 16 desa hanya 7 desa yang secara resmi baru melaporkan MoU antara panitia dengan pihak ke3 ke Kantor Kecamatan.

Sekretaris Kecamatan Kanor, Riyono saat di temui awak media ini menyampaikan bahwa baru 7 desa yang melaporkan. Selain itu belum ada yang melaporkan secara resmi ke Kantor Kecamatan Kanor tentang MoU.

“Baru 7 desa yang melaporkan secara resmi tentang MoU, yaitu Desa Simorejo, Piyak, Temu, Samberan, Pilang, Palembon dan Desa Samberan. Untuk yang lain saya hanya baru dengar bahkan ada satu desa malah saya belum dengar, yaitu Desa Sarangan,” tutur Riyono pada, Senin (7/6/2021).

Disinggung soal desa tentang alasan sampai detik ini belum mengirim surat MoU pada H-3 ke pihak Kecamatan.Riyono selaku Sekcam Kanor menerangkan, “masih ada pembenahan tentang surat MoU karena sebagiani ada revisi. Dan sebenarnya pihak Kecamatan sudah menghimbau ke 16 desa untuk segera melaporkan ke Kecamatan agar bila ada pertanyaan pihak Kecamatan bisa menjawab meski pihak Kecamatan sebagai fasilitator pelaksanan,” imbuh Riyono.***(Eko Cahyono).