Seorang Warga Kanor Kembali Jadi Korban Jebakan Tikus

0

Publisher: Eko Cahyono

Transbojonegoro.com – Lagi, seorang warga Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, kembali menjadi korban sengatan arus aliran listrik dari jebakan tikus yang dipasang dilahan pertanian.

Sebelumnya juga pernah terjadi di Kecamatan Kanor, bahkan sempat gempar waktu itu karena 4 orang meninggal seketika disawah di Desa Tambahrejo, Kecamatan Kanor dengan kasus yang sama, yaitu tersengat aliran listrik disawah yang dibuat untuk menjebak hama tikus.

Meski suadah ada larangan memasang jebakan tikus dari aliran listrik, bahkan pihak Kepolisan Sektor Kanor juga pernah  mengoprasi di Desa Temu jebakan serupa, dan juga pemerintah sering mengsosialisasikan tentang bahayanya, namun masyarakat masih juga tidak takut dan mokong masih mengulang memasang dengan menyampingkan resiko kehilangan nyawa padahal bukan hanya nyawa hama tikusnya saja tapi sang pemilik sawahnya bahkan orang lain bisa kena.

Hari Kamis (15/7/2021), kembali terjadi di wilayah Kecamatan Kanor jebakan tikus dari aliran listrik memakan korban kembali, yaitu seorang petani bernama Kurdi, usia 53 tahun, laki-laki, agama Islam, pekerjaan petani alamat Dusun Blimbing RT 03 RW 03, Desa Kedungprimpen. Korban meninggal dunia ditempat akibat tersengat aliran listrik dari jebakan tikus.

Menurut anak korban juga sebagai saksi menuturkan kronologinya bahwa sekira pukul 05.00 WIB, korban berangkat kesawah dan tidak pulang sampai pukul 12 .00 WIB. Selanjutnya anak korban mencari korban kesawah, setelah sampai di sawah korban ditemukan sudah tidak bergerak, kemudian Ia menghubungi Kades dan petugas medis. Dan setelah diperiksa ternyata korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Sebelum korban meninggal dunia, anaknya juga sebagai saksi ini menceritakan bahwa korban sebelum tersengat aliran listrik dari jebakan tikus yang dipasang disawahnya sendiri ini bahwa Ayahnya sempat berpamitan pada keluarga dalam kondisi sehat, bahkan korban perpamitan akan pulang dari sawah sebelum sholat duhur tiba.

Baca :  Jelang Arus Mudik, Kodim 0813 Bojonegoro, Siapkan Rest Area Bagi Pemudik

Berdasarkan dari laporan Kepolisian Sektor Kanor yang dikutip awak media ini bahwa dari hasil pemeriksaan medis terhadap jasad korban tidak diketemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban. Dan dipastikan kematian korban diakibatkan kesetrum aliran listrik di sawah. Keluarga korban menerima bahwa kematian korban dikarena kesetrum aliran listrik dari jebakan tikus sawah.

Yang mendatangi TKP yaitu:
1. IPTU SLAMET HARIYANTO, SH (Kanit Binmas)
2. AIPTU M.DULLAH (Ka SPK)
3. AIPDA PUGUH. S (PS. Kanit Reskrim)
4. BRIPKA MUSTAIN (Anggota Unit Reskrim )
5. BRIPKA EDI P (Bhabinkamtibmas)
6. BRIPKA HADIAN ( BA jaga)
7. AIPDA SUKIRNO ( Ba jaga)
8. SERTU SUBROTO ( Babinsa )
9. EKO DAN KASDUN ( Satpol PP Kanor)
10. ENI LISPURWATI (TIM Medis PKM Kanor).