H-5 Tahapan Perades di Kecamatan Kepohbaru Terus Berjalan Diduga Pihak Ke3 Dirahasiakan

0

Transbojonegoro.com – Apakah diundur atau tidak masih menjadi pertanyaan banyak orang jadwal tes pengisian perangkat desa di wilayah Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dari jadwal tahapan pengisian perangkat desa yang dijadwalkan dilaksanakan pada tanggal 18 Agustus 2021 yang di ikuti 18 desa di Kecamatan Kepohbaru, namun setelah adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dari Pemerintah Pusat sampai tanggal 16 Agustus 2021 menjadi pertanyaan banyak orang apakah akan ada perubahan jadwal atau akan dilaksanakan sesuai jadwal tahapan.

Dari penelusuran awak media ini di H-5 dari jadwal yang ditetapkan ditahapan pengisian perangkat desa wilayah Kecamatan Kepohbaru di masing-masing desa yang akan melaksanakan sudah melalui tahapan dan terus berjalan, mulai dari tahapan penetapan peserta sampai MoU penunjukan pihak ke3 dari perguruan tinggi yang ditunjuk menjadi pembuat naskah ujian nantinya. Jumat (13/8/2021).

Salah satu Kepala Desa di Kepohbaru menyampaikan bahwa tahapan pengisian perangkat desa terus berjalan, mulai dari tahap penetapan sampai MoU (Memorandum of Understanding) dengan pihak ke3 dari perguruan tinggi sudah dilakukan oleh panitia, bahkan tempat ujian sudah ditetapkan, yaitu di gedung SLTA diwilayah Kecamatan Kepohbaru.

“Tahapan demi tahapan sudah dilakukan namun dalam pelaksanaan tetap membatasi kegiatan karena sedang pandemi. Seperti penetapan peserta kemarin juga lewat online, saya hanya memantau dari Hp karena sepenuhnya ranah tim Perades,” tutur salah satu Kades di wilayah Kepohbaru.

Disinggung siapa yang menjadi pihak ke3 pembuat naskah ujian pengisian perangkat desa, awak media ini hanya dijelaskan sekitar ada 5 sampai 6 perguruan tinggi yang MoU dengan 18 desa namun tidak menjelaskan satu persatu nama perguruan tingginya.

Selain itu pendamping kecamatan pun yang berada satu lokasi saat ditanya juga tidak tahu siapa yang menjadi pembuat naskah ujian nantinya di Perades Kecamatan Kepohbaru.Tidak berhenti disitu, awak media ini terus berusaha mencari tahu siapa yang menjadi pihak ke3 pembuat naskah ujian nantinya demi ketransparanan publik di H-5 sesuai jadwal tahapan pelaksanaan.

Baca :  Selain Suka Cita Warga dan Karang Taruna Desa Samberan Memiliki Lapangan Baru, Pemilik Warung Sekitar Juga Dapat Berkahnya

Sementara itu Camat Kepohbaru Sri Nurma Arifa saat ditemui dikantornya menyampaikan bahwa pelaksanaan ujian perangkat desa diwilayah Kecamatan Kepohbaru belum dapat dipastikan kapan akan dilaksanakan karena masih menunggu instruksi dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

“Pihak Kecamatan sudah mengirim surat ke Pemkab Bojonegoro dengan tembusan DPMD, sekarang tinggal nunggu instruksi dari Pemkab, apakah boleh dilaksanakan sesuai jadwal tahapan atau tidak, kami mengikuti instruksi karena masih dalam pandemi. Dan tempat ujian nantinya kami sudah tentukan, yaitu bertempat di SMA Kepohbaru,” tutur Sri Nurma Arifa.

Disinggung siapa pihak ke3 pembuat naskah ujian dari 18 desa yang bakal mengisi 24 lowongan perangkat desa ini, lagi-lagi enggan ada jawaban namun hanya memberi jawaban sekitar 5 sampai 6 Perguruan Tinggi yang bakal membuat naskah ujian diwilayah Kecamatan Kepohbaru.

“Sekitar ada 5 sampai 6 Perguruan Tinggi yang MoU yang bakal pembuat naskah, untuk lebih jelasnya tanya ke panitia karena ranah panitia,” imbuh Camat.

Tidak berhenti disitu awak media ini terus mencari tahu di salah satu panitia namun mendapatkan jawaban yang sama, yaitu hanya di beri infomasi jumlah Perguruan Tingginya tidak disebutkan Universitas mana dengan alasan ada kekuwatiran lobi dari pihak-pihak tertentu demi antisipasi keamanan namun menyampingkan ketransparanan publik, dan itu sangat disayangkan.

Sekedar diketahui bahwa 18 desa yang bakal mengisi perangkat desa baru, yaitu Desa Pejok, Brangkal, Simorejo, Sumberagung, Ngranggonayar, Phowates, Sumberoto, Bumirejo, Jipo, Mudung, Woro, Nglumber, Sumbergede, Sugiwaras, Kerangkong, Kepoh, Cengkir, dan Desa Karangan. Dari 18 desa tersebut total akan mengisi 24 formasi lowongan perangkat desa.***(Eko Cahyono)