Persibo Bojonegoro Ajukan Banding Soal Sanksi Komdis PSSI Jatim

0

Publisher: Eko Cahyono

Transbojonegoro.com – Persibo dapat sanksi dari Komite Disiplin PSSI Jatim sebagai dampak jersey yang tertukar saat bertanding dengan Mitra Surabaya. Manajemen Persibo  langsung menanggapi sanksi tersebut dengan menyatakan segera banding atas keputusan dari Komdis PSSI Jatim.

CEO Persibo Bojonegoro Abdullah Umar mengatakan, sanksi PSSI Jatim yang tertuang dalam keputusan Nomor 003/KOMDIS/PSSI-JTM-XI-2021 dinilai tidak fair. Karena insiden itu bukan disengaja dan para pemain adalah pemain sah. “Jangan sampai narasi yang dibangun mereka bukan pemain sah. Mereka itu pemain sah dan terdaftar,” katanya.

Menanggapi sanksi itu, manajemen Persibo Bojonegoro langsung menyatakan sikap. Salah satunya, Persibo akan mengajukan banding.

“Manajemen Persibo Bojonegoro akan melakukan banding terhadap keputusan komdis PSSI Jatim yang menghukum Persibo kalah WO 3 – 0 dan denda Rp 50 juta,” tegas Manajer Persibo Bojonegoro Sally Atyasasmi.

Selain soal rencana banding, manajemen Persibo juga menyatakan 4 poin penting. Yakni Persibo menampik keras anggapan bahwa Zardan Aroby (nomor punggung 16) dan M. Amar Fadzillah (nomor punggung 26) merupkan pemain tidak sah. Keduanya adalah pemain yang sudah terdaftar dan telah disahkan oleh perangkat pertandingan sebelum laga antara Persibo dan Mitra Surabaya dilaksanakan pada Kamis 2 Desember 2021.

Selain itu, menurut Sally, ketika pertandingan babak kedua berjalan, tim Persibo sudah menyadari ketidaksesuaian antara jersey yang dipakai Zardan Aroby dan Amar Fadzillah. Pada babak kedua tersebut, secara tidak sengaja jersey nomor 16 milik Zardan Aroby dipakai oleh Amar Fadzzilah, dan jersey nomor 26 milik Amar Fadzillah dipakai Zardan Aroby.

“Kekeliruan ini murni human error dan tidak disengaja. Sebab, di babak kedua, celana yang dipakai Zardan Aroby dan Amar Fadzillah masih sesuai dengan nomor punggung sebenarnya,” tuturnya.

Baca :  Bupati Bojonegoro Datangi 3 Desa di Kecamatan Baureno

Sally menambahkan, atas kekeliruan itu Official Persibo sudah melapor ke pengawas pertandingan yang bertugas dan oleh Pengawas Pertandingan diminta tetap melanjutkan pertandingan.

“Persibo menekankan bahwa kekeliruan jersey itu TIDAK DISENGAJA dan murni kelalaian pemain ketika sedang berada di ruang ganti saat interval menuju babak kedua,” terang Sally.

Sumber Bojonegorokab.go.id